Pada tahun 2550, Rumah Sakit Jantung Bangkok bekerja sama dengan Kantor Agama Buddha Nasional dan Biro Rumah Tangga Kerajaan merancang proyek “Rak Jai Wai Phra” untuk menghormati Raja Bhumibol Adulyadej Yang Maha Mulia dalam kesempatan ulang tahun ke-80 pada 5 Desember 2550. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk 82 kuil, termasuk pemeriksaan tekanan darah, darah, dan kesehatan umum. Hasilnya menunjukkan bahwa dari 1.994 biksu, 108 biarawati, dan 142 awam, 25% memiliki tekanan darah tinggi, 36% memiliki glukosa darah tinggi, dan 50% memiliki kadar lemak darah tinggi. Selain itu, para biksu memiliki risiko tinggi menderita penyakit arteri koroner dalam 10 tahun mendatang, mencapai 19% (dari 1.994 menjadi 370 biksu).
Menghadapi hasil tersebut, Rumah Sakit Jantung Bangkok melanjutkan dengan proyek berkelanjutan yang disebut “Rak Jai Sai Bat” yang diprakarsai oleh Dr. Kitiphan Visutharom, mantan Direktur Rumah Sakit Jantung Bangkok, sebagai pengabdian amal bagi Ratu dalam rangka perayaan ulang tahun ke-80 tahun 2555. Dana dari proyek ini akan digunakan untuk perawatan jangka panjang para biksu.
“Rak Jai Sai Bat”, sebagai bagian dari proyek lanjutan dari “Rak Jai Wai Phra”, adalah sebuah buku panduan dalam memberikan persembahan makanan dengan nilai gizi yang tepat untuk biksu, serta memperkaya pengetahuan tentang makanan untuk mengubah kebiasaan para dermawan, dengan mempertimbangkan kesehatan para biksu tersebut. Buku ini menjadi panduan agar kita dapat memberikan dana dengan cara yang benar dan tidak merusak kesehatan para biksu.
Berbagi dalam tradisi lama
Saat kita berbagi dengan orang lain, seperti saat merayakan ulang tahun, pernikahan, pembukaan usaha, atau memperingati orang yang telah meninggal, kita selalu ingin memberikan makanan terbaik, lezat, dan langka bagi biksu. Terutama dalam memperingati yang telah meninggal, kita sering memilih menu makanan yang disukai oleh almarhum untuk diberikan kepada biksu. Mereka yang memiliki kondisi finansial baik mungkin akan menyediakan makanan seperti foie gras, babi panggang, atau bebek Peking, disertai makanan penutup yang kaya krim, susu, mentega, dan telur, dengan keyakinan bahwa setelah diterima oleh biksu, almarhum akan turut menerima berkah.
Namun, menurut Dr. Kitiphan, setelah melakukan pemeriksaan kesehatan para biksu di 82 kuil di Bangkok, ternyata para biksu tidak memiliki banyak pilihan makanan. Ia pun memperingatkan makanan yang sebaiknya dihindari. Keinginan untuk menyajikan makanan lezat menjadi penyebab menurunnya kesehatan biksu. Oleh karena itu, mereka yang berkeinginan untuk berbagi makanan kepada biksu dan memberikan makanan sebaiknya memikirkan jenis makanan yang disajikan dan menghindari makanan yang dapat merusak kesehatan.
Makanan yang Harus Dihindari untuk Biksu
Dalam berbagi makanan dan menyerahkan persembahan kepada biksu, kita harus memikirkan jenis makanan yang tidak menyebabkan kesehatan mereka memburuk. Ada 3 jenis yang harus diwaspadai: makanan yang sangat asin, sangat manis, dan sangat berminyak.
1) Sangat Asin: Penyebab Hipertensi
Penyakit ini sangat berisiko menyebabkan penyakit jantung di waktu mendatang. Konsumsi makanan bagi orang Thailand atau biksu sering melibatkan makanan dengan rasa yang kuat, baik asam, asin, maupun manis, yang jika berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit. Oleh karena itu, saat menyiapkan makanan untuk biksu, kita harus mempertimbangkan rasa yang tidak terlalu asin dan meningkatkan kandungan serat, yaitu menggabungkan biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan. Semua kelompok makanan harus lengkap tanpa harus menilai kelezatan atau kekhawatiran bahwa biksu tidak akan menikmatinya, karena akan merusak kesehatan mereka.
2) Sangat Manis: Penyebab Diabetes
Terlalu banyak makan makanan manis menyebabkan pankreas bekerja keras, akhirnya tidak mampu memproduksi insulin yang cukup, yang menyebabkan diabetes. Nasi atau karbohidrat lain berubah menjadi gula setelah dicerna. Saat berbagi makanan, lebih baik menyajikan beras merah, apa pun warnanya, karena beras merah mengandung mineral dan vitamin yang lebih tinggi serta serat yang lebih banyak dibandingkan beras putih, yang membantu pencernaan dan pembuangan. Selain itu, buah-buahan seharusnya disajikan sebagai pengganti makanan penutup yang mengandung tepung, gula, dan lemak tinggi seperti kue dan pai. Jika terpaksa memberikan makanan manis tradisional Thailand, sebaiknya dilakukan dalam porsi kecil. Setelah diabetes didiagnosis, gula harus dihilangkan untuk membantu biksu mengendalikan kadar gula darah mereka. Latihan fisik juga dapat membantu mengatur kadar gula.
3) Sangat Berminyak: Penyebab Kolesterol Tinggi
Penyebab utama adalah makan makanan yang digoreng, karena makanan digoreng cenderung disertai dengan saus yang kuat, baik asin, manis, maupun asam untuk meningkatkan rasa. Saat memberikan makanan kepada biksu, sebaiknya hindari makanan yang sangat berminyak dan kurangi protein atau daging berlemak tinggi seperti babi berlemak atau kulit ayam goreng. Gunakan metode memasak lain seperti merebus, mengukus, menumis, atau memanggang.
Makanan yang baik untuk biksu adalah sambal dengan banyak sayuran. Protein atau daging sebaiknya dari ikan atau daging rendah lemak lainnya. Udang, cumi-cumi, dan kerang mengandung kolesterol tinggi dan sebaiknya dihindari, terutama prawn curry, yang sangat tidak dianjurkan bagi mereka yang khawatir dengan kolesterol tinggi.
Makanan Pencegah Penyakit Jantung dan Kolesterol Tinggi
Pilih makanan untuk mencegah penyakit jantung dan kolesterol tinggi
- Pilih konsumsi daging tanpa lemak, ikan, putih telur, silih berganti dengan tahu dalam porsi yang tepat
- Hindari makanan dengan kolesterol tinggi, seperti kuning telur, organ dalam, seafood, es krim, dan makanan penutup yang mengandung santan
- Pilih roti gandum utuh, kue kering gandum, ubi rebus, jagung rebus
- Hindari makanan tinggi lemak seperti kue kukus kelapa, durian ketan, dan makanan penutup yang mengandung santan atau yang digoreng dalam minyak seperti bakwan, keripik pisang
- Pilih penggunaan minyak nabati dalam jumlah kecil atau tidak menggunakan minyak sama sekali saat memasak
- Hindari menggunakan mentega sebagai pengganti minyak karena mengandung kolesterol tinggi
- Pilih konsumsi sayuran segar atau rebus setiap waktu makan
- Hindari buah yang sangat manis, makanan penutup manis seperti durian, nanas, rambutan, anggur, buah kering atau manisan, dan berbagai makanan penutup
Hindari Makanan Pencegah Hipertensi
- Semua jenis makanan asin termasuk ikan asin, telur asin, kepiting asin, lobak asin, sayuran dan buah yang diasinkan
- Makanan tinggi garam termasuk terasi, pasta kedelai, hidangan fermentasi ikan, tahu fermentasi
- Bahan penyedap rasa seperti kaldu, MSG, bumbu penyedap, serta hindari penggunaan garam, saus ikan, dan saus asin

Berbagi untuk Kesehatan Biksu
Memilih makanan yang sesuai dengan prinsip gizi akan bermanfaat bagi kesehatan para biksu. Makanan yang baik dan bernilai adalah sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian yang kaya akan serat yang dapat menyerap racun, serta mengandung mineral dan vitamin yang berfungsi sebagai antioksidan, yang, selain menjadi makanan, juga berfungsi sebagai obat yang dapat mencegah dan mengobati penyakit. Oleh karena itu, makanan yang sebaiknya digunakan dalam berbagi adalah makanan utama dari biji-bijian, makanan yang kaya mineral, dan sebagian besar terdiri dari sayuran dan buah-buahan.
1) Makanan Utama dari Biji-bijian
Biji-bijian adalah jenis rumput yang dikembangkan untuk panen, seperti berbagai jenis beras, gandum utuh, dedak padi, biji wijen hitam, barley, jamur, dan berbagai macam kacang-kacangan. Biji-bijian yang tidak dimurnikan memiliki nilai gizi yang tinggi dan kompleks, dengan serat tinggi, vitamin B dan E, serta nutrisi yang lengkap. Tanaman ini membantu menjaga kesehatan arteri, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, antara lain.
- Beras Merah/Beras Setengah Giling memberikan energi bagi tubuh, mencegah beri-beri, kram, mengandung banyak serat yang membantu mencegah kanker usus besar dan mencegah anemia
- Kedelai mengandung protein, karbohidrat, lemak, dan berbagai vitamin. Membantu pertumbuhan tulang, meningkatkan kalsium, serta mengurangi lemak dan kolesterol
- Wijen Hitam mengandung protein, lemak, berbagai vitamin, dan seng yang membantu mendukung sistem saraf otak, mengurangi kolesterol, mencegah penyakit jantung, serta mengandung zat antioksidan yang membantu melawan kanker
- Barley mengandung protein, lemak, berbagai vitamin, dan serat, yang membantu memperkuat limpa dan paru-paru, sekaligus menghambat pertumbuhan tumor
- Biji Teratai mengandung protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, dan berbagai vitamin yang membantu mendukung sistem saraf, ginjal, dan sendi serta mengurangi tekanan darah, dan meningkatkan kontraksi jantung
- Jamur Shiitake mengandung protein, lemak, berbagai vitamin, dan serat, yang membantu menyokong perawatan otak, mengurangi risiko penyakit jantung, mengurangi kadar lemak dalam darah dan kolesterol
2) Makanan yang Mengandung Mineral
Sebagian besar adalah sayuran yang kaya akan vitamin dan mineral, ditambah serat yang membantu proses pencernaan berjalan normal. Makanan yang kaya akan mineral sangat bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit serius seperti kanker, penyakit jantung, penyumbatan lemak di pembuluh darah atau dinding arteri, dan mengurangi kolesterol. Oleh karena itu, mineral yang penting dalam makanan adalah:
- Kalsium membantu menjaga kekuatan tulang dan gigi, bekerja sama dengan mineral lain, seperti fosfor, magnesium, seng, fluorida. Penyerapan kalsium dalam tubuh dibantu oleh vitamin D. Kekurangan kalsium dapat mengakibatkan tulang lunak dan gangguan pembekuan darah. Makanan tinggi kalsium meliputi bayam, kubis, seledri, susu segar, telur, mentega, udang kering, udang halus, dan ikan sungai
- Fosfor bekerja sama dengan kalsium. Oleh karena itu, makanan yang tinggi fosfor seringkali tinggi kalsium, terutama dalam sayuran berdaun hijau, susu, telur, kacang, dan daging
- Magnesium mengontrol fungsi otot dan saraf, pembentukan protein, serta penggunaan sulfur dan fosfor di tubuh. Ditemukan dalam tanaman berdaun hijau dan kulit biji-bijian seperti dedak padi, serta defisiensi mineral ini dapat menyebabkan otot berkedut
- Besi adalah komponen darah. Mengonsumsi makanan tinggi vitamin C akan meningkatkan penyerapan zat besi, seperti hati, organ hewan, daging, kuning telur, dan kucai. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, kelelahan, dan mempengaruhi otak dalam
- Natrium bekerjasama dengan potasium dalam mengontrol cairan tubuh dan konduksi saraf. Kekurangan mineral ini dapat menyebabkan kram, kejang, pingsan, dan kematian. Namun, mengonsumi natrium berlebih dapat menyebabkan hipertensi. Mineral ini banyak ditemukan dalam garam, saus ikan, kecap, susu, daging, ikan, telur, dan berbagai jenis sayuran dan buah
- Potasium berfungsi dalam kontraksi otot, transmisi saraf, ritme detak jantung, dan menjaga keseimbangan cairan dalam sel. Kandungan potasium paling banyak ditemukan dalam daging, susu, pisang, dan sayuran berdaun hijau
- Vitamin adalah nutrisi yang tidak memberikan energi tetapi sangat dibutuhkan tubuh, yang terbagi menjadi vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, K) dan vitamin yang larut dalam air (B dan C), banyak ditemukan dalam sayuran dan buah jeruk
- Asam Folat penting dalam proses pembentukan DNA, menghasilkan sel darah merah, serta perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi, yang banyak ditemukan dalam hati, daging, susu, jamur, kacang-kacangan, jagung, brokoli, dan alpukat
3) Sayuran untuk Kesehatan
Saat membeli sayuran untuk dimasak, sebaiknya pilih yang sesuai dengan musim, untuk memperoleh sayuran yang segar, bagus, dan murah, terutama yang berlabel “sayuran sehat” atau dari proyek sayuran bebas pestisida, agar yakin bebas dari residu pestisida. Cucilah beberapa kali dengan air bersih, gunakan tangan untuk menggosok lembut daun sayuran untuk mudah menghilangkan residu pestisida sebelum diolah. Pastikan untuk memeriksa manfaat kesehatan dari setiap jenis sayuran.
- Bawang Putih efektif melawan penyakit jantung, tuberkulosis, tifus, penyakit paru-paru, asma, serta membantu mengurangi kolesterol dan hipertensi
- Kemangi memiliki beta-karoten yang membantu mencegah kanker dan penyakit jantung koroner, mengandung kalsium dan fosfor yang membantu menguatkan tulang dan gigi
- Kucai mengandung vitamin C, beta-karoten, kalsium, fosfor, dan zat besi yang membantu memproduksi sel darah merah dan berguna dalam mencegah wasir dan kanker usus besar dengan kandungan seratnya yang tinggi
- Kunyit mengandung kurkumin yang berfungsi mencegah kanker, mengontrol batu empedu, gangguan lambung, dan meredakan inflamasi kulit
- Jahe/Laos memiliki manfaat yang mirip, dapat mengatasi kembung, rasa penuh, dan gejala nyeri lain pada sistem pencernaan
- Bunga Pisang kaya akan serat yang membantu pencernaan, mengandung zat besi yang baik untuk darah, yang membuat kulit tampak sehat
- Bayam mengandung serat yang tinggi, mengurangi risiko kanker lambung, serta menjadi sumber beta-karoten yang baik untuk kesehatan mata
- Kangkung kaya akan vitamin A yang menghalangi kanker dan mendukung kesehatan mata, mengandung zat besi yang baik untuk darah, serta membantu mengurangi gula darah bagi penderita diabetes. Kangkung lokal lebih kaya kalsium dibandingkan kangkung import, sementara kangkung air dengan pucuk merahnya paling kaya manfaat obat
- Peria mengandung vitamin C dan beta-karoten, jus dari peria dapat menurunkan gula darah
- Rumput Laut kaya akan kalsium, magnesium, seng, dan asam folat, mengurangi risiko osteoporosis
- Seledri kaya akan vitamin C yang menambah daya tahan tubuh, mengandung senyawa yang melebarkan pembuluh darah sehingga membantu menurunkan tekanan darah
- Kailan sumber berbagai vitamin dan mineral, dengan kandungan kalsium yang tinggi membantu mengurangi risiko kanker lambung, usus, tenggorokan, dan paru-paru
- Wortel kaya akan beta-karoten yang mengurangi risiko kanker paru-paru, serta meredakan penyakit saluran pernapasan, penyakit kulit, dan kesehatan mata
- Centella Asiatica kaya vitamin B1, beta-karoten, zat besi, fosfor, dan kalsium, berkhasiat meredakan memar dalam, mendukung kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, mencegah penyakit jantung koroner, serta memperkuat otak dan meningkatkan daya ingat





