Kanker payudara adalah kanker yang paling umum ditemukan pada perempuan di Thailand dan cenderung meningkat. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa pemeriksaan payudara adalah hal penting yang tidak boleh diabaikan. Jika ditemukan lebih awal, penanganan lebih awal, tentu meningkatkan peluang untuk bertahan hidup
Data dari Institut Kanker Nasional, Departemen Kesehatan, Kementerian Kesehatan Masyarakat menunjukkan bahwa kanker payudara adalah kanker yang paling umum ditemukan pada wanita Thailand. Ditemukan bahwa wanita Thailand terkena kanker payudara sebanyak 49 orang per hari, dan penderita kanker payudara meninggal sebanyak 13 orang per hari.
Siapa yang harus menjalani pemeriksaan kanker payudara…meskipun tidak memiliki gejala
Semua orang memiliki peluang terkena kanker payudara, dengan tingkat yang bervariasi. Perempuan memiliki peluang lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan laki-laki, sehingga disarankan bagi perempuan untuk melakukan skrining dengan pemeriksaan mamografi atau mammogram (Mammogram) dari usia 40 tahun dan dilakukan secara rutin setiap tahun meskipun tidak ada gejala
Untuk orang Thailand yang memiliki jaringan payudara yang lebih padat dibandingkan dengan orang Eropa dan Amerika, tumor kanker yang berwarna putih pada mammogram mungkin terhalangi oleh jaringan payudara yang juga berwarna putih. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan mammogram bersamaan dengan ultrasonografi payudara untuk menambah akurasi dalam mendeteksi kanker pada tahap awal.
Namun demikian, ada sebagian perempuan yang memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara. Perawatan medis merekomendasikan bahwa kelompok perempuan ini melakukan pemeriksaan kanker lebih awal dan dengan metode yang tepat seperti berikut:
Pemeriksaan kanker payudara sebelum menunjukkan gejala
- Orang umum
- Melakukan skrining dengan mammogram dan jika memiliki jaringan payudara yang padat sebaiknya diperiksa bersama dengan ultrasonografi. Dilakukan secara rutin setiap tahun mulai dari usia 40 tahun.
- Orang dengan risiko lebih tinggi
- Melakukan mammogram setiap tahun mulai dari usia 30 tahun, dan juga yang memiliki jaringan payudara yang padat sebaiknya diperiksa bersama dengan ultrasonografi.
- Mulai pemeriksaan dengan resonansi magnetik (MRI) payudara setiap tahun mulai dari usia 25 tahun. Jika tidak dapat dilakukan, pertimbangkan mammogram dengan injeksi zat pewarna ke pembuluh darah atau ultrasonografi payudara sebagai alternatif.
Pemeriksaan pencarian kanker payudara berbeda-beda berdasarkan risiko masing-masing individu. Harus mengikuti saran dokter yang ahli.

Bagaimana kita mengetahui jika kita berisiko tinggi atau tidak
National Comprehensive Cancer Network® (NCCN®), yang merupakan jejaring cancer internasional yang diakui secara global, merekomendasikan untuk menilai tingkat risiko kanker payudara dari usia 25 tahun. Dalam dunia medis terdapat banyak program atau model penilaian, namun sebagian besar populer menggunakan Gail Model yang menentukan risiko kanker payudara dalam jangka waktu 5 tahun ke depan dan hingga usia 90 tahun. Model penilaian ini menggunakan informasi pribadi dan riwayat keluarga untuk menghasilkan angka yang lebih mudah dipahami.
Selain itu, ada faktor-faktor lain yang meningkatkan risiko terkena kanker payudara yang dapat diringkas sebagai berikut:
Siapa yang berisiko tinggi terkena kanker payudara
- Orang yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara, kanker ovarium, kanker pankreas, atau kanker lainnya yang terkait, seperti BRCA Gene Mutation
- Orang yang pernah mengalami abnormalitas tertentu pada jaringan payudara, yang diketahui dari biopsi atau pembedahan pada payudara
- Orang yang pernah mendapatkan terapi radiasi pada area dada pada usia 10 – 30 tahun
- Orang yang memiliki risiko lebih dari 20% terkena kanker payudara selama sisa hidupnya
- Orang yang memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara invasif (Invasive Breast Cancer) dalam jangka waktu 5 tahun dari perhitungan dengan Gail Model
Dengan mengetahui risiko terkena kanker payudara sendiri, kita bisa melakukan pengawasan yang sesuai dan tepat waktu.
Apakah pria atau transgender dapat terkena kanker payudara
Semua orang bisa terkena kanker payudara. Pria sekitar 1 dari 100 dari seluruh penderita kanker payudara. Dianjurkan untuk memeriksa secara rutin abnormalitas atau perubahan pada payudara sendiri. Tidak disarankan untuk skrining sebelum muncul gejala. Jika ada kecurigaan, segeralah menemui dokter.
Pria atau perempuan transgender juga memiliki peluang terkena kanker payudara, tergantung pada riwayat medis. Konsultasikan dengan dokter apakah perlu menjalani pemeriksaan atau tidak dan kapan harus dilakukan.
Deteksi dini meningkatkan peluang bertahan hidup
Perawatan kanker payudara akan memberikan hasil terbaik bila terdeteksi sejak awal sebelum menunjukkan gejala. Hasil pengobatan kanker pada tahap awal dapat menyembuhkan hingga 95%. Oleh karena itu, dokter menganjurkan untuk melakukan skrining kanker payudara dengan mammogram secara teratur sebelum ada gejala, karena semua orang bisa terkena kanker payudara.






