Jumlah kematian akibat kanker semakin hari semakin meningkat, baik wanita maupun pria memiliki risiko terkena kanker. Oleh karena itu, dalam rangka Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day 2021 yang jatuh pada tanggal 4 Februari setiap tahun, Rumah Sakit Kanker Bangkok Wattanosoth mengajak semua orang untuk bersama melawan kanker menuju kemenangan dengan cara mengubah gaya hidup menjadi lebih baik dari sebelumnya, guna mengurangi risiko terkena kanker yang umum seperti kanker payudara, kanker hati, kanker paru-paru, kanker usus, dan kanker prostat.

Wanita Peduli Periksa Kanker Payudara
Kanker payudara disebabkan oleh pembelahan tidak normal dari sel-sel dalam kelenjar susu atau saluran susu. Meskipun penyebab pastinya tidak diketahui, faktor risiko termasuk penggunaan pil kontrasepsi atau terapi hormon pengganti setelah menopause, menstruasi pertama pada usia muda, usia lebih dari 35 tahun, tidak memiliki anak atau memiliki anak pertama pada usia lebih dari 30 tahun, pernah mendapatkan radiasi di dada, menopause pada usia tua, memiliki kerabat dengan kanker payudara sebelum menopause, obesitas, dan merokok. Cara terbaik untuk mencegah kanker payudara adalah:
- Periksa sendiri payudara sebulan sekali setelah menstruasi, sekitar 1 minggu kemudian
- Periksa payudara oleh dokter setahun sekali
- Periksa payudara dengan mammogram dan ultrasound setahun sekali ketika usia lebih dari 40 tahun

Pria Waspada Kanker Prostat
Meskipun penyebab pasti kanker prostat tidak diketahui, mereka yang berisiko meningkat adalah pria yang berusia 50 tahun ke atas, dan memiliki riwayat anggota keluarga yang menderita kanker prostat. Oleh karena itu, pencegahan yang bisa dilakukan oleh pria adalah:
- Makan buah-buahan, sayuran dan biji-bijian yang mengandung nutrisi dapat mencegah kanker prostat seperti likopen dalam tomat, sulforaphane dalam brokoli, flavonoid, dan isoflavon dalam kedelai
- Periksa kadar PSA (Prostate Specific Antigen), jika kadar terlalu tinggi dapat menjadi risiko kanker prostat dan mungkin perlu pemeriksaan tambahan sesuai dengan rekomendasi dokter

Berhenti Merokok Hindari Kanker Paru
Sebanyak lebih dari 80% penyebab kanker paru-paru adalah akibat merokok. Orang yang merokok berat atau merokok rata-rata 1 bungkus sehari selama 30 tahun atau 2 bungkus sehari selama 15 tahun, atau telah berhenti merokok tetapi belum mencapai 15 tahun, harus menjalani skrining kanker paru dengan CT scan dada dosis rendah setidaknya sekali setahun. Selain itu, perlu mengubah gaya hidup, antara lain:
- Melakukan olahraga
- Mengurangi, menghentikan merokok

Berhenti Minum Jauhi Kanker Hati
Kanker hati terjadi ketika sel dalam hati bermutasi menjadi sel kanker yang tidak bisa dikendalikan tubuh dan dapat menyebar ke organ lain. Penyebabnya biasanya karena infeksi virus hepatitis B dan C, konsumsi alkohol yang berkepanjangan, konsumsi bahan karsinogenik, serta infeksi cacing hati. Oleh karena itu, mengubah perilaku dapat membantu mengurangi peluang terkena kanker hati, antara lain:
- Berhenti minum minuman keras. Jika tidak bisa, batasi tidak lebih dari 2 gelas per hari dan tidak lebih dari 14 gelas seminggu
- Makan makanan yang matang
- Jika merasa berisiko, vaksinasi hepatitis B dan C, periksa ultrasound hati, dan uji darah Alpha-Fetoprotein (AFP) untuk melihat indikator kanker hati

Makan Sehat Hindari Kanker Usus
Kanker usus adalah salah satu kanker yang paling banyak ditemukan pada orang Thailand, mungkin karena kebiasaan mengonsumsi makanan olahan yang bersifat karsinogenik. Oleh karena itu, perlu peduli kesehatan untuk menjauhkan diri dari kanker usus dengan cara:
- Menghindari mengonsumsi makanan yang diproses seperti sosis, ham, makanan fermentasi, dan tidak harus mengonsumsi lebih dari 500 gram per minggu
- Ketika berusia 50 tahun ke atas, setiap 5-10 tahun sekali dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan saluran cerna bagian atas dan bawah dengan endoskopi (Colonoscopy)
Pencegahan kanker terbaik adalah dengan mengurangi semua risiko yang menyebabkan penyakit. Pada World Cancer Day 2021, diharapkan semua orang bersama-sama melawan kanker menuju kemenangan dengan memperhatikan kesehatan, memilih makanan bergizi, berolahraga secara teratur, menjaga kesehatan mental, dan yang paling penting, jika tahu bahwa berada dalam kelompok berisiko atau usia yang seharusnya memeriksa, jangan abaikan, dan lakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Jika ada kelainan, dapat segera diobati dan memiliki kesempatan untuk sembuh lebih cepat sehingga dapat kembali memiliki kualitas hidup yang baik.






