Kanker paru-paru sering ditemukan pada wanita dan pria dengan angka kematian lebih dari 25% di mana kanker paru-paru stadium 1 memiliki angka kesintasan 5 tahun sebesar 68 – 92% namun pada kanker paru-paru stadium 4 angka kesintasan 5 tahun hanya 0 – 10% saja. Oleh karena itu, pemeriksaan skrining kanker paru-paru sangat penting untuk meningkatkan peluang mendeteksi kanker paru-paru pada tahap awal dan meningkatkan peluang penyembuhan. Saat ini ada teknologi untuk pemeriksaan skrining kanker paru-paru yang memberikan hasil pemeriksaan yang jelas, disebut Low Dose CT Screening Lung Cancer
Mengenal Low Dose CT Screening Lung Cancer
Low Dose CT Screening Lung Cancer adalah pemeriksaan sinar-X komputer di area rongga paru-paru dengan menggunakan radiasi dosis rendah
Keuntungan dari Low Dose CT Scan
- Low Dose CT Scan memberikan gambar 3 dimensi yang memberikan detail lebih jelas dibandingkan gambar Chest X-ray yang berupa gambar 2 dimensi, memungkinkan untuk mendeteksi kanker paru-paru sejak tahap awal
- Jumlah radiasi yang diterima lebih rendah dibandingkan pemeriksaan sinar-X komputer biasa 5 – 6kali (Low Dose CT Scan jumlah radiasinya sekitar 1.4 mSv sebelum pemeriksaan sinar-X komputer biasa jumlah radiasinya sekitar 7 mSv)
- Tidak perlu menyuntikkan zat kontras
- Waktu pemeriksaannya singkat, dengan waktu di mesin CT Scanner sekitar 5 – 10 menit
- Tidak perlu berpantang minum atau makan

Siapa yang harus menjalani pemeriksaan skrining kanker paru-paru
U.S. Preventative Services Taskforce (USPSTF) Kelompok Kerja Khusus untuk Pencegahan Penyakit merekomendasikan untuk melakukan skrining kanker paru-paru pada individu dengan risiko tinggi, yaitu
- Individu berusia 50 – 80 tahun dan
- Perokok ≥ 20 pack – year (jumlah tahun merokok x jumlah bungkus rokok yang diisap per hari ≥ 20) dan
- Individu yang belum berhenti merokok atau berhenti merokok belum mencapai 15 tahun
Mengapa harus melakukan pemeriksaan dengan Low Dose CT Scan
Ada studi mengenai skrining kanker paru-paru pada individu dengan risiko tinggi, dengan membandingkan antara Chest X-Ray dan pemeriksaan dengan Low Dose CT Scan menunjukkan bahwa pemeriksaan dengan Low Dose CT Scan menemukan kanker paru-paru pada tahap awal lebih banyak dibandingkan Chest X-Ray dan dapat mengurangi angka kematian secara signifikan
Seberapa sering individu dengan risiko tinggi harus menjalani Low Dose CT Scan
Bagi individu yang melakukan Low Dose CT Scan dan tidak ditemukan kelainan, sebaiknya melakukan pemeriksaan setahun sekali. Namun jika ditemukan kelainan, mungkin perlu melakukan Low Dose CT Scan lebih cepat dalam waktu 1 – 6 bulan, atau melakukan pemeriksaan sinar-X lain, atau mungkin perlu mempertimbangkan biopsi untuk analisis lebih lanjut. Semua ini tergantung pada karakteristik kelainan yang ditemukan. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk keputusan lebih lanjut.
Apakah tidak merokok perlu menjalani skrining kanker paru-paru
Bagi individu yang tidak merokok tetapi memiliki risiko tinggi, seperti memiliki kerabat langsung dengan kanker paru-paru, riwayat penyakit paru-paru kronis, terpapar bahan karsinogenik seperti asap dupa, atau berdekatan dengan perokok, pemeriksaan dengan Low Dose CT Scan memiliki kemungkinan ditemukan kanker paru-paru sekitar 0.4% dan sebagian besar dapat ditemukan pada tahap awal yang dapat diobati dengan operasi dan memiliki kemungkinan sembuh total. Untuk individu yang tidak merokok tetapi memiliki risiko tinggi dan ingin melakukan skrining kanker paru-paru, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis terlebih dahulu.





