Kanker Payudara
Kanker payudara terjadi akibat pembelahan sel yang tidak normal di dalam kelenjar susu atau saluran susu. Jika tumor kanker berukuran besar, kemungkinan dapat menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak, pembuluh darah, dan organ lainnya termasuk tulang, hati, paru-paru, dan otak. Oleh karena itu, penting untuk menemukan kanker payudara sejak dini ketika tumor masih kecil dan belum menyebar, karena hal ini meningkatkan kesempatan penyembuhan penyakit dengan lebih efektif.
Faktor risiko terjadinya kanker payudara meliputi:
- Mengalami menstruasi sejak usia muda
- Tidak memiliki anak
- Riwayat menerima radiasi di dada
- Mengonsumsi pil KB dan terapi hormon pengganti dalam jangka waktu lama
- Kondisi obesitas
- Merokok
Orang yang harus menjalani skrining kanker payudara
- Wanita berusia 40 tahun ke atas
- Ada anggota keluarga langsung yang menderita kanker payudara sebelum menopause
- Mengalami gejala payudara seperti ada benjolan di payudara atau ketiak, perubahan puting seperti cairan atau darah keluar dari puting, puting tidak pada posisi normal seperti tertarik masuk atau tertarik ke arah lain, atau ruam di sekitar puting, atau merasakan nyeri di payudara
- Individu dengan hasil tes genetik abnormal termasuk gen BRCA-1 dan BRCA-2
- Penderita yang sebelumnya didiagnosis dengan kanker atau tumor di payudara untuk memantau hasil pengobatan

Pemeriksaan Mamografi Digital dengan USG Payudara
- Pemeriksaan mamografi digital adalah teknologi pemeriksaan radiologi khusus, mirip dengan rontgen, tetapi menggunakan dosis radiasi yang lebih rendah 30 – 60% dibandingkan mesin rontgen biasa. Efektif mendeteksi kanker payudara sejak tahap awal karena gambar yang dihasilkan memiliki resolusi tinggi, mampu memperlihatkan titik kalsium atau jaringan yang tidak normal berukuran kecil, sehingga mampu mengidentifikasi dan menemukan kelainan payudara dengan lebih tepat, jelas, dan cepat.
- Pemeriksaan ultrasonografi payudara dilakukan dengan mengirimkan gelombang suara frekuensi tinggi ke dalam jaringan payudara, yang dapat membedakan komponen jaringan apakah jaringan payudara normal, kantong cairan, atau benjolan jaringan. Jika ditemukan benjolan jaringan, ultrasonografi dapat membantu menentukan apakah benjolan tersebut berisiko atau cenderung kanker, serta meningkatkan kemampuan mendeteksi kelainan payudara pada pasien dengan jaringan payudara yang padat. Namun demikian, ultrasonografi tidak dapat mendeteksi adanya kalsium.
Oleh karena itu, pemeriksaan mamografi digital dan ultrasonografi payudara secara bersamaan dapat meningkatkan kejelasan dan ketepatan dalam mendeteksi kanker payudara pada tahap awal, yang berujung pada perencanaan pengobatan yang lebih efektif di masa mendatang.
Persiapan sebelum pemeriksaan
- Konsumsi makanan dan minuman seperti biasa
- Tidak disarankan menggunakan losion, bedak tabur, termasuk semprotan pada area payudara dan ketiak
- Jika sebelumnya pernah menjalani pemeriksaan mamografi atau mamografi digital, disarankan membawa gambar dan hasil pemeriksaan sebelumnya untuk membandingkan perbedaan
- Jika mengalami gejala tidak normal pada payudara, segera informasikan kepada dokter
Mobil Pemeriksaan Payudara Digital
Mobil pemeriksaan payudara digital memungkinkan masyarakat mengakses layanan skrining kanker payudara tahap awal dengan mudah dan cepat. Berkat teknologi canggih, diagnosis dapat dilakukan dengan tepat dan jelas, serta dapat menyimpan data dalam memori komputer dan film, sehingga hasil pemeriksaan dapat lebih mudah dan praktis dikonsultasikan dengan dokter spesialis.



