Rumah Sakit Bangkok
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Rumah Sakit Bangkok
Ikuti beritanya
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    9 Tips Makanan Pencegah Kanker

    6 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Bangkok Cancer Hospital
    Diperbarui pada: 11 Dec 2025
    9 Tips Makanan Pencegah Kanker
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Cancer Hospital
    Diperbarui pada: 11 Dec 2025

    Kanker lebih dekat daripada yang kita kira. Jika tidak ingin meningkatkan risiko kanker, kita harus makan makanan yang tepat dan menghindari jenis makanan tertentu, yang mana tidak sulit untuk dilakukan.

     

    1) Makan sayuran berwarna setiap hari

    Warna-warni sayuran tidak hanya berpenampilan indah, setiap warna dan jenis memiliki manfaat bagi tubuh dan memberikan nilai gizi yang berbeda. Konsumsi sayuran beraneka ragam atau mengonsumsi kelima warna sayuran memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan.

    Contoh beberapa sayuran dan zat warnanya antara lain:

    • Zat warna merah seperti tomat mengandung antioksidan yang disebut likopen (Lycopene) yang membantu mengurangi risiko kanker prostat, kanker lambung, dan kanker paru-paru.
    • Zat warna kuning / oranye seperti labu dan wortel memiliki antioksidan karotenoid (Beta-Carotene) yang kaya vitamin yang dapat mencegah pembentukan radikal bebas dalam tubuh.
    • Zat warna hijau seperti kangkung dan brokoli kaya akan vitamin C, serta bayam dan sawi yang kaya akan vitamin A dan pigmen klorofil.
    • Zat warna ungu seperti kubis ungu, jambu bol, bunga telang, mengandung antosianin (Anthocyanin) yang membantu menghalangi pembentukan kanker.
    • Zat warna putih seperti terong, sawi putih, dan bunga kecombrang, terutama kecombrang, mengandung beta-karoten tinggi yang berfungsi menghilangkan radikal bebas.

     

    2) Konsumsi buah-buahan secara rutin

    Buah-buahan mengandung berbagai vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh dan juga serat makanan yang membantu sistem pencernaan dan pembuangan berjalan dengan normal.

    Manfaat buah-buahan

    • Jeruk mengandung vitamin A dan C yang merupakan antioksidan yang mengurangi risiko kanker.
    • Nanas mengandung vitamin C, beta-karoten, dan mangan, melindungi dari bahaya radikal bebas dan penting untuk sistem kekebalan tubuh.
    • Pepaya mengandung vitamin A, B, dan C yang membantu mengurangi risiko kanker dan menjaga sistem pembuangan berfungsi seperti biasa.
    • Mangga mengandung vitamin A dan C yang merupakan antioksidan, membantu melawan kanker dan mengatasi mual dan muntah.

     

    3) Fokus pada makanan biji-bijian dan serat

    Biji-bijian utuh adalah biji-bijian yang tidak dimurnikan atau dimurnikan seminimal mungkin sehingga memiliki nilai gizi tinggi, seperti vitamin, mineral, fitonutrien, serat makanan, dan berbagai antioksidan.

    Contohnya biji-bijian utuh termasuk beras merah, gandum, jagung, dan ketan. Selain itu, serat dalam biji-bijian berperan penting dalam mengeluarkan zat-zat berbahaya dari tubuh yang menempel di usus, sehingga berperan penting dalam mengurangi risiko kanker saluran pencernaan dan kanker usus besar.

    Nilai gizi biji-bijian

    • Beras merah memberikan energi bagi tubuh dan mengandung serat membantu mencegah beri-beri, sariawan, mengurangi risiko kanker usus besar, dan mencegah anemia.
    • Ketan mengandung vitamin B1, vitamin A, potasium, dan serat. Membantu mengatasi beri-beri, mengatasi panas dalam, dan menyehatkan ginjal, paru-paru, dan lambung.
    • Kacang-kacangan Kacang hijau, kedelai, kacang hitam, dan kacang merah mengandung protein dan serat yang membantu mengurangi risiko kanker usus besar.

     

    4) Tambahkan rempah-rempah untuk meningkatkan rasa makanan

    Rempah-rempah berarti bagian tanaman yang digunakan sebagai bumbu makanan atau memberi aroma, senyawa organik yang beraroma berasal dari minyak dan minyak esensial. Rasa pedas berasal dari getahnya.

    Rempah-rempah mengandung senyawa seperti pati, gula, mineral, vitamin, dan senyawa lainnya yang memiliki sifat mengurangi risiko kanker dan merangsang sistem kekebalan tubuh.

    Manfaat dari rempah-rempah

    • Cabai mengandung Capsaicin yang meningkatkan metabolisme tubuh dan mengurangi risiko kanker.
    • Kunyit mengandung Curcuminoids yang mengurangi kolesterol, menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, serta mencegah kanker usus besar.
    • Bawang putih mengandung Dially Sulphide yang membantu mengurangi risiko kanker.
    • Jahe mengandung [6]-Gingerol yang mengurangi penyerapan kolesterol LDL dan membantu mencegah kanker usus besar.

     

    5) Tambahkan antioksidan

    Minuman alami mengandung antioksidan, menghilangkan haus, dan menyegarkan tubuh. Minuman ini bisa dibuat dari berbagai bagian tanaman, seperti daun, buah, biji, dan akar.

    • Teh Hijau mengandung Epigallocatechin Gallate [EGCG] yang membantu mengurangi risiko sel kanker. Minum teh hijau langsung setelah diseduh agar mendapatkan manfaat maksimal karena jika dibiarkan teh hijau bereaksi dengan oksigen di udara, merusak nilainya. Selain teh hijau, terdapat jus sayur dan buah serta berbagai herbal yang populer disebut minuman seperti jus wortel, jus bunga telang, jus jahe, jus jeruk dan jus markisa.

     

    6) Masak makanan dengan benar

    Cara memasak makanan yang tepat sangat penting, termasuk:

    • Jangan memanggang atau membakar daging hingga gosong Memanggang atau mengasapi daging hingga gosong dapat menghasilkan karsinogen. Memasak makanan dalam microwave sebelum dipanggang dan membuang bagian gosong sebelum dimakan dapat mengurangi racun tersebut.
    • Jangan makan makanan mentah atau setengah matang terutama ikan air tawar yang bersisik. Mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang dapat menyebabkan infeksi parasit hati dan menyebabkan peradangan kronis yang meningkatkan risiko kanker. Oleh karena itu, memasak makanan ini sampai matang sebelum makan dapat mengurangi risiko penyakit.
    • Jangan menggunakan minyak goreng berulang kali Minyak yang digunakan terlalu lama memiliki nilai gizi yang berkurang dan meningkatkan risiko penyakit. Oleh karena itu, hindari makanan gorengan dari toko yang menggunakan minyak yang berbau tengik, berwarna hitam, atau berbusa banyak.

     

    7) Hindari makanan berlemak

    Lemak dalam makanan bisa ditemukan di tanaman dan hewan. Komponen pentingnya adalah asam lemak yang bisa dibagi sebagai berikut:

    • Asam lemak jenuh Banyak ditemukan dalam makanan hewani dan beberapa minyak nabati seperti mentega, lemak hewani, santan, minyak kelapa, dan minyak sawit. Jika tubuh mengonsumsi asam lemak jenuh terlalu banyak, risiko hipertensi dan penyakit jantung meningkat.
    • Asam lemak tak jenuh Ditemukan dalam minyak kedelai, minyak jagung, minyak safflower, minyak bunga matahari, dan ikan seperti sarden, salmon, tuna, dan ikan kembung. Konsumsi jenis asam lemak ini dapat mengurangi kadar LDL cholesterol atau kolesterol jahat dalam darah, menurunkan risiko penyakit jantung.

     

    8) Kurangi konsumsi daging merah

    Daging merah seperti daging babi, daging sapi, dan daging kambing merupakan makanan berlemak jenuh tinggi. Konsumsi rutin daging merah dapat meningkatkan risiko kanker usus dan rektum, kanker payudara, dan obesitas. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi daging tidak lebih dari 500 gram seminggu untuk mengurangi risiko kanker.

    Konsumsi ikan sebagai alternatif lain Ikan memiliki protein tinggi dan protein yang mudah dicerna serta rendah lemak. Selain itu, ikan laut dalam diketahui mengandung asam lemak omega-3, lemak tak jenuh yang penting bagi tubuh, membantu fungsi otak, hati, dan sistem saraf terkait perkembangan belajar.

     

    9) Kurangi konsumsi garam dan makanan fermentasi

    Garam meja, garam laut, dan garam kasar digunakan untuk memasak agar makanan lebih asin. Namun, seharusnya tubuh tidak menerima lebih dari 6 gram natrium per hari.

    Sodium memegang peranan penting dalam proses tubuh, tetapi jika dikonsumsi berlebih dapat berbahaya bagi tubuh. Banyak ditemukan dalam ikan asin, daging asin, pickles, dan buah yang diawetkan. Oleh karena itu, konsumsi makanan fermentasi atau makanan yang diproses sebaiknya dikurangi, terutama makanan yang diawetkan atau diwarnai dengan potasium nitrat untuk mengurangi risiko kanker.

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Kanker hati dapat diobati dengan kemoterapi intra-arteri Image
    AI
    Kanker hati dapat diobati dengan kemoterapi intra-arteri
    Pengujian gen BRCA untuk memeriksa risiko kanker payudara Image
    AI
    Pengujian gen BRCA untuk memeriksa risiko kanker payudara
    CANCER LOOK OUT: Pemeriksaan Evaluasi Risiko Penyakit Kanker dengan Kit Pengujian Deteksi Materi Genetik Image
    AI
    CANCER LOOK OUT: Pemeriksaan Evaluasi Risiko Penyakit Kanker dengan Kit Pengujian Deteksi Materi Genetik
    Lihat informasi kesehatan lainnya