Kanker di area kepala dan leher ditemukan sama seringnya dengan jenis kanker lainnya, dengan menempati peringkat 1 dari 5 kanker yang ditemukan pada orang Thailand. Dikategorikan sebagai kanker yang terdeteksi di wilayah kelenjar tiroid, kelenjar ludah, belakang rongga hidung, rongga mulut, faring, dan laring. Sebagian besar ditemukan pada tahap lanjut, ditemukan penyebaran kanker ke organ lain, yang membuat pengobatan lebih sulit dibandingkan dengan mendeteksi kanker pada tahap awal. Oleh karena itu, pencegahan kanker kepala dan leher merupakan hal penting yang harus diperhatikan.
5 cara mengurangi risiko kanker kepala dan leher meliputi:
1) Menghindari merokok
Merokok, cerutu, pipa, atau bahkan mengunyah tembakau, terbukti menjadi faktor penting yang terkait dengan kanker kepala dan leher. Diketahui bahwa 70 – 80% kanker kepala dan leher terkait dengan merokok. Jumlah dan durasi merokok juga mempengaruhi pengobatan kanker. Selain itu, pada orang yang tidak merokok tetapi terpapar asap rokok juga ditemukan risiko kanker. Merokok dapat memicu luka kronis di rongga mulut dan leher. Oleh karena itu, berhenti merokok dapat mengurangi risiko kanker di area kepala dan leher.
2) Menghindari minuman beralkohol
Minum minuman beralkohol secara sering atau dalam jumlah besar, ditemukan memiliki peluang lebih tinggi menemukan kanker di area rongga mulut, leher, laring, dan bagian atas esofagus. Semakin banyak dan sering konsumsinya, semakin meningkatkan risiko kanker. Jika dikombinasikan dengan merokok, risiko kanker semakin meningkat. Mengurangi atau berhenti dapat membantu mengurangi risiko ini.

3) Merawat kesehatan mulut
Merawat kesehatan gusi dan gigi agar selalu kuat sangat penting. Jangan biarkan luka kronis di rongga mulut akibat gigi berlubang atau gigi patah. Luka kronis yang berlangsung lama dapat berkembang menjadi kanker. Pada orang yang menggunakan gigi palsu harus rajin memeriksa agar gigi palsu tidak longgar. Periksa kesehatan mulut setiap 6 bulan.
4) Menerima vaksin HPV untuk mencegah kanker kepala dan leher
Infeksi virus HPV (Human Papillomavirus) berhubungan dengan timbulnya kanker kepala dan leher. Penerimaan vaksin HPV tipe 9 strain sangat penting karena membantu mencegah beberapa jenis kanker kepala dan leher.

5) Sebaiknya segera konsultasi dokter jika ada kejanggalan
Memantau diri sendiri dan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis sangat penting. Karena gejala kanker kepala dan leher bergantung pada posisi yang terkena. Gejala mungkin termasuk, misalnya, luka kronis di mulut dan leher, benjolan di leher, suara serak, atau pendarahan di tenggorokan. Jika mengalami gejala tidak normal dan berkonsultasi dengan dokter spesialis lebih awal, tentunya meningkatkan peluang perawatan untuk kembali memiliki kualitas hidup yang baik.
Kanker kepala dan leher perlu diawasi dengan baik, karena jika tidak segera ditangani akan semakin menyebar dan parah. Oleh karena itu, tidak boleh diabaikan dan sebaiknya dilakukan pencegahan yang sesuai.
Untuk informasi lebih lanjut hubungi
Rumah Sakit Kanker Bangkok Wattanosoth
Telepon: 1719



