Pernah mengalami? Sakit nyeri di daerah punggung dan leher hingga membuat suasana hati terganggu sepanjang hari

-
Mengangkat Barang dengan Menopang Punggung:
Tekuk lutut hingga sedekat mungkin dengan barang yang akan diangkat, pegang barang tersebut dengan kokoh, kencangkan otot perut saat mengangkat barang. Hindari membungkuk dan memutar tubuh saat mengangkat.
-
Troli, Menyelamatkan Punggung:
Gunakan troli untuk memindahkan barang dan hindari membungkuk, namun dorong troli dengan menggunakan otot kaki dan lengan, serta jaga punggung tetap lurus saat mendorong troli maju.
-
Meraih Barang di Tempat Tinggi:
Hindari menjangkau barang dengan tangan terentang, sebaiknya gunakan kursi untuk menambah tinggi badan dan mendekat ke barang yang akan diambil, serta kencangkan otot perut saat mengangkat barang.
-
Duduk Nyaman, Mengurangi Sakit Punggung:
Pilihlah duduk di kursi yang memiliki sandaran yang menyokong seluruh punggung, dan memiliki lekukan yang sesuai dengan garis tulang punggung di bagian pinggang, atau gunakan bantal kecil untuk menopang punggung. Saat bekerja, sebaiknya geser kursi sedekat mungkin ke meja untuk menghindari membungkuk, serta ubah posisi duduk secara teratur.
Peringatan
Jika sakit punggung atau leher sudah begitu parah hingga tak dapat ditahan, atau tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari, atau jika sakit berlangsung lebih dari 1 bulan, berat badan menurun dengan cepat, sakit dengan sensasi kebas di lengan atau kaki, kelemahan otot, tanda-tanda ini adalah sinyal bahaya yang menunjukkan kemungkinan masalah serius pada tulang belakang, seperti otot punggung yang mengalami peradangan kronis, kondisi cakram tulang belakang yang bergeser, degenerasi cakram atau tulang belakang, tumor pada tulang belakang dan saraf, kondisi infeksi pada tulang belakang. Oleh karena itu, untuk menghentikan agar gejala tidak semakin parah, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencari tahu penyebabnya dan mendapatkan diagnosa dini, dengan demikian Anda akan memiliki kesehatan punggung yang baik dalam jangka waktu lama.
Sumber: Dr. Supreecha Kapitya, Spesialis Bedah Saraf dan Bedah Tulang Belakang



