Kelainan Flat Feet pada Anak
Flat feet atau telapak kaki datar adalah salah satu kelainan yang sering ditemukan pada manusia dan sangat berkaitan dengan orang Thailand, yang disebabkan oleh faktor genetik. Bentuk lengkung kaki yang awalnya memiliki sudut 20 – 25 derajat dan susunan 26 tulang yang lengkap menjadi berubah bentuk.
Bentuk kaki yang datar menyebabkan kemampuan menahan berat badan menjadi kurang baik. Susunan tulang menjadi salah sehingga tumit melebar dan lutut berputar ke dalam. Kondisi ini akan dianggap sebagai penyakit ketika gejala muncul, biasanya saat memasuki usia 30 – 40 tahun, di mana gejala sering berupa nyeri tendon, nyeri betis, nyeri lutut, ketidakmampuan berjalan sekuat orang seusia, atau terjadinya komplikasi seperti osteoartritis.
Gejala ini akan lebih jelas terlihat saat tulang telah terbentuk sempurna dan menjadi masalah besar bagi penderita diabetes. Tekanan dapat menyebabkan luka di kaki yang sulit disembuhkan. Selain itu, nyeri kaki akibat penggunaan berat dapat menyebabkan pengobatan dengan anti-inflamasi hanya sedikit efektif.
Pendekatan Pengobatan
Fungsi tubuh yang normal dapat dibangun sejak langkah pertama di masa kecil. Saat ini, teknologi medis dapat mendiagnosis kelainan sejak tahap awal. Dengan teknik Pedographical Studies, ukuran kekuatan yang menyebabkan kelainan pada kaki dapat diconekan menggunakan cetakan jejak kaki atau kamera kecepatan tinggi dengan sensor untuk mengukur titik tekanan. Diagnostik detil yang dilakukan hingga 1.000 kali per detik ini dapat mengidentifikasi kelainan biokimia terkait gaya tekan, seperti plak keras di telapak kaki, kapalan, titik sakit, dan memar. Jika kelainan diketahui sejak awal, bentuk kaki dapat diperbaiki menjadi normal dengan melibatkan alat ortotik seperti sol sepatu atau sepatu bot yang dirancang sesuai bentuk kaki masing-masing individu.
Sepatu Presisi
Sepatu adalah salah satu alat ortotik yang membantu memperbaiki masalah flat feet pada anak agar lebih menyerupai bentuk kaki normal, tetapi harus dirancang khusus agar sesuai dengan bentuk kaki masing-masing anak, karena terdapat perbedaan di setiap individu.
Sol sepatu dapat membantu mendistribusikan tekanan berat badan dan bertahap membentuk lengkungan kaki, sama dengan sepatu bot yang dirancang khusus dengan alat tambahan di bagian dalam untuk membantu mengangkat dan membentuk kaki sesuai bentuk aslinya.



