Patah Tulang adalah sesuatu yang terjadi sepanjang waktu dan semakin parah dengan adanya kendaraan yang dapat dikendarai dengan cepat. Selain itu, peningkatan populasi lansia juga menyebabkan kita menemukan masalah patah tulang pada lansia yang mengalami osteoporosis semakin meningkat. Namun, kemajuan dalam ilmu kedokteran yang terus berkembang memungkinkan perawatan masalah patah tulang menjadi lebih maju dan meningkatkan tingkat keberhasilan pengobatan dengan menggembirakan.
Perawatan di era modern tidak hanya fokus pada penguatan tulang saja, tetapi juga berfokus pada mengurangi hal-hal yang dapat menyebabkan bahaya pada area yang mengalami patah tulang dan bahaya bagi tubuh secara keseluruhan, yang dalam istilah medis disebut sebagai “Damage Control”.

Selain itu, kemajuan dalam bahan dan teknik bedah untuk meningkatkan tingkat keberhasilan penyatuan tulang juga berdampak besar pada perubahan cara perawatan patah tulang. Kemajuan dalam kedokteran modern telah menemukan cara pembedahan yang lebih sedikit menimbulkan cedera, mengganggu otot dan tulang di area yang patah sedikit, sehingga sirkulasi darah ke area tersebut menjadi lebih baik, yang berakibat pada penyembuhan luka yang lebih cepat, meningkatnya keberhasilan penyatuan tulang, dan waktu perawatan di rumah sakit yang lebih singkat. Teknik ini dikenal dalam istilah medis sebagai Minimally invasive Plate Osteosynthesis atau “MIPO Technique“.
Pusat perawatan patah tulang adalah pusat yang lengkap untuk merawat pasien yang mengalami cedera tulang atau sendi, patah tulang yang rumit dan parah (Complicated Fractures and Severe Injuries) atau patah tulang terbuka yang dalam (Open Fractures) serta beberapa patah tulang secara bersamaan (Multiple Fractures). Pusat ini dilengkapi dengan semua aspek yang diperlukan untuk perawatan, dengan sistem perawatan yang komprehensif, mulai dari tenaga medis tingkat dasar hingga tingkat atas, termasuk dokter, perawat, dan tim yang merawat pasien selama transportasi dari rumah sakit asal hingga tiba di rumah sakit, terutama tim dokter yang berpengalaman dan memiliki keahlian khusus, seperti ahli bedah ortopedi yang memiliki keahlian dalam merawat patah tulang dan jaringan (Orthopedic Trauma Surgeons), baik untuk perawatan non-bedah (Nonsurgical Treatment) maupun perawatan yang memerlukan bedah (Surgical Treatment), termasuk perawatan untuk komplikasi yang muncul dan dirujuk untuk perbaikan, seperti perawatan untuk patah tulang yang tidak menyatu (Non Union or Delayed Union), perawatan untuk patah tulang yang menyatu salah bentuk (Mal Union and Deformity Correction), perawatan patah tulang akibat berbagai penyebab seperti osteoporosis dan patah tulang atau patah tulang akibat kanker (Pathological Fracture and Metastasis).
Dalam kasus di mana pasien mengalami cedera dan mempunyai patah tulang yang kompleks dengan beberapa bagian yang patah (Complicated or Multifragmentary Fractures), tim ortopedi yang memiliki spesialisasi dalam merawat patah tulang dan jaringan (Orthopedic Trauma Surgeons) akan menggunakan teknik bedah baru yang tidak memerlukan sayatan besar seperti tradisional, tetapi merupakan operasi dengan sayatan kecil (Minimally Invasive Fracture Surgery) yang mengurangi kehilangan darah, mengurangi komplikasi yang dapat memperlambat penyatuan tulang, serta mengurangi risiko infeksi pada tulang dan jaringan yang terluka dengan baik.

Selanjutnya, jika pasien mengalami cedera tulang dan sendi di area yang memerlukan dokter spesialis, pusat perawatan patah tulang masih memiliki tim medis yang sangat kompeten, seperti:
- Ahli bedah ortopedi yang memiliki keahlian dalam merawat pasien dengan beberapa patah tulang secara bersamaan, atau patah pada tulang panggul dan acetabulum (Multiple Fractures and Pecvic Acetbulum Fracture Surgery).
- Ahli bedah ortopedi yang memiliki keahlian dalam bedah tangan Orthopedic Hand and Microsurgery.
- Ahli bedah ortopedi yang memiliki keahlian dalam bedah tulang belakang Spine Surgery.
- Ahli bedah ortopedi yang memiliki keahlian dalam bedah arthroskopi untuk berbagai sendi Arthroscopic Surgery seperti untuk pasien yang mengalami cedera akibat kecelakaan atau olahraga Sport Traumatology.
- Ahli bedah ortopedi yang memiliki keahlian dalam merawat pasien anak yang mengalami patah tulang (Pediatric Fracture).
Selain itu, masih ada ahli bedah ortopedi dan dokter spesialis dari berbagai bidang (Multidisciplinary Team Approach) yang bersama-sama membantu merawat pasien yang mengalami cedera dan berada dalam kondisi kritis (Critical Conditions) atau pasien lansia yang perlu menjalani bedah (Geriatric Fracture Surgery), seperti dokter spesialis dari berbagai bidang seperti spesialis jantung (Cardiologist), spesialis ginjal (Nephrologist), spesialis darah (Hematologist), spesialis infeksi (Infectious Specialist), dan bidang lainnya yang terkait, termasuk anestesiologis yang berpengalaman, serta tim dokter rehabilitasi medis dan fisioterapi untuk perawatan setelah operasi secara menyeluruh, untuk mencapai hasil perawatan yang terbaik.
Selain kesiapan dari segi tenaga kerja, pusat perawatan patah tulangjuga dilengkapi dengan peralatan modern untuk membantu bedah, seperti perangkat komputer yang mendukung navigasi bedah (Computer Assisted Orthopaedic Surgery) dan mesin pemindai komputer 3D yang terpasang di ruang bedah. Semua ini untuk memastikan kesiapan dalam berbagai situasi dan memberikan hasil perawatan yang terbaik.
