🧬 Apa itu Qdenga? Mengapa sesuai untuk masyarakat Thailand?
Vaksin Qdenga dikembangkan dari virus dengue serotipe 2 (DENV2), yaitu serotipe yang paling banyak mewabah di Thailand. Saat disuntikkan, vaksin akan berfungsi layaknya pelatih pribadi yang terus merangsang tubuh untuk membangun kekebalan yang kuat, siap menghadapi virus dengue keempat serotipe
✨ Mengapa vaksin Qdenga menjadi “Game Changer” di dunia kesehatan?
-
Tidak perlu tes darah: Baik Anda pernah maupun belum pernah terkena demam berdarah sebelumnya, tetap bisa disuntik dengan aman
-
Cakupan luas: Dapat diberikan mulai anak usia 4 tahun hingga dewasa usia 60 tahun
-
Efektivitas tinggi sehingga lebih tenang:
-
Mencegah infeksi virus hingga 80.2%
-
Mengurangi risiko sakit berat hingga harus dirawat di rumah sakit sampai 90.4%
-
Mengurangi tingkat keparahan penyakit sebesar 85.9%
-
💉 Bagaimana cara penyuntikannya? Sakit tidak?
Pembentukan kekebalan ini tidak memerlukan waktu lama. Cukup disuntikkan secara subkutan di area lengan atas sebanyak 2 dosis dengan jarak 3 bulan (dosis pertama bulan ke-0 dan dosis kedua bulan ke-3)
Untuk efek sampingnya, Anda bisa tenang karena sebagian besar hanya gejala umum seperti nyeri, bengkak, kemerahan di area suntikan, atau mungkin demam ringan dan pegal-pegal pada 2 hari pertama, yang dapat hilang sendiri dalam 3-4 hari
⚠️ Hal yang perlu diperhatikan: Siapa yang sebaiknya “tidak” atau “menunda” vaksinasi terlebih dahulu?
Meski sangat aman, ada pengecualian untuk beberapa kelompok, yaitu:
-
Kelompok dengan kondisi imunodefisiensi (misalnya pasien yang menggunakan obat imunosupresan, menjalani kemoterapi, pasien HIV, atau menerima steroid dosis tinggi secara berkelanjutan)
-
Ibu hamil dan ibu menyusui (untuk wanita yang berencana memiliki anak, disarankan menggunakan kontrasepsi setelah vaksinasi setidaknya 1 bulan)
-
Orang yang memiliki riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin
-
Orang yang baru sembuh dari demam berdarah sebaiknya memberi waktu agar tubuh pulih setidaknya 6 bulan sebelum dapat menerima vaksin untuk mencegah infeksi berulang


