Bangkok Hospital
Caret Right
Search
CTA Curve
Cari Dokter icon
Cari Dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
Telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language & Currency

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Bangkok Hospital
Hubungi kami
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit
    MEMBER OFBDMS logo

    Pemeriksaan kualitas tidur (Polysomnography)

    2 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Bangkok Hospital Hat Yai
    Diperbarui pada: 14 พ.ค. 2026
    Pemeriksaan kualitas tidur (Polysomnography)
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Hat Yai
    Diperbarui pada: 14 Mei 2026

    Pemeriksaan kualitas tidur (Polysomnography)

    adalah pemeriksaan untuk menilai fungsi berbagai sistem dalam tubuh secara menyeluruh saat kita sedang tidur, untuk digunakan dalam mendiagnosis kelainan atau penyakit yang berkaitan dengan tidur, terutama kondisi henti napas saat tidur (Obstructive Sleep Apnea – OSA)

    Tes ini menggunakan berbagai alat dan sensor untuk memantau tubuh pasien yang menjalani pemeriksaan, guna merekam data penting sepanjang malam. Biasanya dilakukan di laboratorium tidur (Sleep Lab) di rumah sakit atau pusat medis khusus

    Apa saja yang diukur dalam pemeriksaan ini?

    Selama tidur, alat akan merekam berbagai data fisiologis secara bersamaan, meliputi:

    • Gelombang otak (EEG): untuk menilai siklus tidur (Sleep Stages), membantu dokter mengetahui berapa lama Anda berada pada fase tidur ringan, tidur dalam, dan tidur bermimpi (REM sleep) masing-masing

    • Gerakan bola mata (EOG): digunakan untuk membantu mengidentifikasi fase tidur bermimpi (REM sleep)

    • Aktivitas otot (EMG): biasanya sensor dipasang di area dagu dan kaki untuk mendeteksi pergerakan atau kedutan otot yang tidak normal

    • Elektrokardiogram (ECG/EKG): memantau denyut dan irama jantung sepanjang malam

    • Sistem pernapasan: mengukur aliran udara yang masuk dan keluar melalui hidung dan mulut, termasuk pergerakan dada dan perut untuk melihat upaya bernapas

    • Kadar oksigen dalam darah (SpO2): mengukur saturasi oksigen, biasanya dijepitkan pada ujung jari, untuk melihat apakah tubuh mengalami kekurangan oksigen akibat henti napas atau tidak

    Siapa yang sebaiknya menjalani pemeriksaan Sleep Test?

    Dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan Polysomnography bila pasien memiliki gejala atau risiko berikut:

    • mendengkur keras secara rutin

    • pasangan tidur mengamati adanya tersedak, terengah, atau henti napas saat tidur

    • merasa lelah, tidak segar, atau mengalami kantuk berlebihan yang tidak wajar pada siang hari meskipun sudah tidur semalaman

    • bangun dengan keluhan sakit kepala, mulut kering, atau tenggorokan kering di pagi hari

    • memiliki perilaku tidak normal saat tidur, seperti berjalan saat tidur, atau kedutan anggota gerak yang kuat

    • dicurigai mengalami narkolepsi (Narcolepsy) atau insomnia kronis yang tidak diketahui penyebabnya

    Data yang diperoleh dari pemeriksaan Polysomnography akan membantu dokter menilai tingkat keparahan penyakit dan merencanakan terapi secara tepat sasaran, seperti penggunaan alat Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) bagi pasien dengan kondisi henti napas saat tidur, misalnya

    Untuk pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi

    Klinik Mendengkur

    [email protected]

    Dokter terkait

    Lihat semua dokter