Rumah Sakit Bangkok
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Rumah Sakit Bangkok
Hubungi kami
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    Anak sering mendengkur... berisiko mengalami henti napas? Cek tanda bahaya dan panduan merawat si kecil

    1 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Bangkok Hospital Hat Yai
    Diperbarui pada: 07 Jan. 2026
    Anak sering mendengkur... berisiko mengalami henti napas? Cek tanda bahaya dan panduan merawat si kecil
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Hat Yai
    Diperbarui pada: 07 Jan 2026

    Anak sering mendengkur… berisiko henti napas? Cek tanda bahaya dan panduan merawat si kecil

    Karena tidur yang berkualitas adalah fondasi perkembangan, Ayah dan Ibu tahu tidak bahwa “kebiasaan mendengkur” pada anak mungkin bukan hal yang normal, melainkan bisa menjadi tanda henti napas saat tidur (Obstructive Sleep Apnea – OSA) yang berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan konsentrasi anak.

    🚩 8 tanda bahaya yang Ibu harus perhatikan

    Jika anak sering mengalami gejala berikut, jangan diabaikan:

    • Mendengkur secara rutin: lebih dari 3 malam per minggu

    • Napas tersendat: ada jeda bernapas dengan mulut terbuka atau henti napas saat tidur

    • Tidur gelisah: banyak bergerak, posisi tidur tidak normal

    • Mengantuk di siang hari: lemas, tampak tidak segar

    • Hiperaktif tidak biasa: tidak bisa diam atau mudah rewel

    • Gangguan konsentrasi: ada masalah perilaku dan belajar

    🔬 Mengapa perlu pemeriksaan tidur pada anak (Sleep Test)?

    Pemeriksaan Sleep Test membantu dokter mendiagnosis dan menyusun rencana perawatan dengan tepat:

    1. Mendiagnosis kelainan: mendeteksi henti napas atau sering terbangun di malam hari

    2. Mencegah masalah perkembangan: mengurangi risiko gangguan pemusatan perhatian dan membantu tubuh tumbuh sesuai usia

    3. Menyusun rencana perawatan yang tepat sasaran: baik penggunaan alat CPAP, operasi, maupun perawatan oleh dokter spesialis

    4. Kebahagiaan seluruh keluarga: ketika anak tidur nyenyak dan tenang, Ayah dan Ibu pun bisa beristirahat sepenuhnya

    Untuk pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi

    KESEHATAN ANAK

    [email protected]

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    RSV Penyakit Populer di Kalangan Anak-anak Pra-Sekolah Image
    AI
    RSV Penyakit Populer di Kalangan Anak-anak Pra-Sekolah
    Lihat informasi kesehatan lainnya