Anak sering mendengkur… berisiko henti napas? Cek tanda bahaya dan panduan merawat si kecil
Karena tidur yang berkualitas adalah fondasi perkembangan, Ayah dan Ibu tahu tidak bahwa “kebiasaan mendengkur” pada anak mungkin bukan hal yang normal, melainkan bisa menjadi tanda henti napas saat tidur (Obstructive Sleep Apnea – OSA) yang berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan konsentrasi anak.
🚩 8 tanda bahaya yang Ibu harus perhatikan
Jika anak sering mengalami gejala berikut, jangan diabaikan:
-
Mendengkur secara rutin: lebih dari 3 malam per minggu
-
Napas tersendat: ada jeda bernapas dengan mulut terbuka atau henti napas saat tidur
-
Tidur gelisah: banyak bergerak, posisi tidur tidak normal
-
Mengantuk di siang hari: lemas, tampak tidak segar
-
Hiperaktif tidak biasa: tidak bisa diam atau mudah rewel
-
Gangguan konsentrasi: ada masalah perilaku dan belajar
🔬 Mengapa perlu pemeriksaan tidur pada anak (Sleep Test)?
Pemeriksaan Sleep Test membantu dokter mendiagnosis dan menyusun rencana perawatan dengan tepat:
-
Mendiagnosis kelainan: mendeteksi henti napas atau sering terbangun di malam hari
-
Mencegah masalah perkembangan: mengurangi risiko gangguan pemusatan perhatian dan membantu tubuh tumbuh sesuai usia
-
Menyusun rencana perawatan yang tepat sasaran: baik penggunaan alat CPAP, operasi, maupun perawatan oleh dokter spesialis
-
Kebahagiaan seluruh keluarga: ketika anak tidur nyenyak dan tenang, Ayah dan Ibu pun bisa beristirahat sepenuhnya

