Rumah Sakit Bangkok
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Rumah Sakit Bangkok
Hubungi kami
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    Low carb dikonsumsi dengan cara tidak membuat gemuk

    3 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Bangkok Hospital Chiang Mai
    Diperbarui pada: 10 Dec 2025
    Low carb dikonsumsi dengan cara tidak membuat gemuk
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Chiang Mai
    Diperbarui pada: 10 Dec 2025

    Low carb Makan Tanpa Gemuk

    Diet Rendah Karbo atau makanan rendah karbohidrat adalah memilih makanan dengan membatasi jumlah karbohidrat atau makanan bertepung, dengan fokus pada konsumsi makanan berkelompok protein utama supaya tubuh mengeluarkan insulin dalam jumlah sedikit. Ketika kita mengurangi konsumsi tepung dan gula, tubuh akan menggunakan energi dari lemak dan protein, sehingga dapat mengontrol berat badan dengan baik. Berikut adalah cara untuk melaksanakannya:
    1. Batasi makanan bertepung dan gula tidak lebih dari 50-100 gram per hari dengan menghindari nasi, tepung, gula, dan karbohidrat.
    2. Konsumsi makanan berprotein dari berbagai jenis daging seperti sapi, babi, ikan, ayam, telur, makanan laut, dan kacang-kacangan sekitar 1.5-2.0 gram per kilogram berat badan per hari.
    3. Konsumsi sayuran batang, sayuran daun, labu air, timun, dll tanpa batas, tetapi hindari sayuran dengan kandungan tepung dan gula tinggi seperti talas, labu kuning termasuk lobak, wortel dan batasi konsumsi buah-buahan, baik yang manis maupun tidak.
    4. Hindari makanan manis, berbagai jenis roti, minuman yang mengandung gula, dan semua jenis alkohol.
    5. Hindari penggunaan minyak dengan kandungan asam lemak jenuh tinggi karena berbahaya bagi jantung dan pembuluh darah, seperti minyak kelapa, minyak sawit, mentega, mentega putih, margarin.

    Konsumsi makanan rendah karbohidrat dibagi menjadi 4 fase sebagai berikut:

    Fase 1: Tahap Awal (14 hari pertama) Batasi karbohidrat hingga 20 gram per hari dengan cara menghindari nasi, tepung, gula, buah. Konsumsi hanya daging, telur, susu, dan sayuran hijau untuk menggantikan karbohidrat dengan lemak dan protein. Fase ini adalah fase yang paling efektif untuk penurunan berat badan.

    Fase 2 Tambahkan konsumsi karbohidrat sedikit demi sedikit, setiap kali 5-10 gram hingga mencapai 50 gram per hari dengan menambahkan konsumsi kacang-kacangan, sayuran, sedikit buah. Dalam fase ini, berat badan masih terus turun.

    Fase 3 Setelah berhasil menurunkan berat badan, Anda dapat perlahan-lahan menambah konsumsi makanan bertepung dan gula dari 50 gram, naik setiap kali 5-10 gram hingga mencapai 80 gram, dengan menjaga berat badan tetap stabil. Fokuslah pada konsumsi karbohidrat kompleks seperti beras merah, beras cokelat, roti gandum.

    Fase 4 Setelah berat badan stabil, Anda dapat mengonsumsi berbagai jenis makanan tetapi tetap mengontrol jumlah karbohidrat setiap hari agar berat badan tidak naik.

    Orang yang mengonsumsi makanan rendah karbohidrat pada awalnya mungkin mengalami gejala berikut:

    1. Gejala mirip flu, sakit kepala, pusing, pegal-pegal
    2. Emosi mudah marah
    3. Kram kaki
    4. Sembelit
    5. Denyut jantung cepat
    6. Rambut rontok
    Gejala-gejala ini akan berlangsung sekitar 2-3 hari dan kemudian hilang karena tubuh masih perlu waktu beradaptasi. Jika gejala terus berlanjut, disarankan untuk meningkatkan konsumsi karbohidrat menjadi 100 gram, kemudian perlahan-lahan turunkan menjadi 50 gram. Pengonsumsian makanan rendah karbohidrat dalam waktu lama dapat mempengaruhi kadar mineral dalam darah, seperti kadar kalium rendah atau kondisi darah asam. Disarankan untuk mendapatkan saran lebih lanjut dan evaluasi kondisi fisik masing-masing individu dari dokter spesialis atau ahli diet, atau konsultasi tentang kontrol berat badan oleh pakar   Dengan salam hangat dari Nattharika Panyo Ahli Gizi Profesional Departemen Penyakit Dalam | Rumah Sakit Bangkok Chiang Mai   Referensi:
    •  Dokter Medis Pong Vorapong Pichesit dan lainnya. 2561. Makanan Rendah Karbo Low Carb Diet. Bangkok: Departemen Pengobatan Alternatif, Departemen Pengobatan Tradisional Thailand dan Pengobatan Alternatif, Kementerian Kesehatan Masyarakat.
    • Dr. Andreas Eenfeldt, MD. 2021. Diet rendah karbo bagi pemula, 16 Juli 2021.
      Artikel terkait
    • Mari kenali “karbo”
    • Makanan Karbo
    • Bagaimana cara mengonsumsi diet keto, pilihan baru populer untuk menurunkan berat badan
         

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Fotona 4D mengencangkan kulit wajah di rumah sakit Image
    AI
    Fotona 4D mengencangkan kulit wajah di rumah sakit
    Menilai risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah Image
    AI
    Menilai risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah
    Perawatan Diabetes Terpadu: Tim Dokter Spesialis Membantu Anda Mengendalikan Gula Darah Secara Berkelanjutan Image
    AI
    Perawatan Diabetes Terpadu: Tim Dokter Spesialis Membantu Anda Mengendalikan Gula Darah Secara Berkelanjutan
    Lihat informasi kesehatan lainnya