Bangkok Hospital
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Bangkok Hospital
Hubungi kami
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    Partikel debu yang perlu diketahui

    2 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Package Image
    Dr. Chutarat Chino

    Bangkok Hospital Chiang Mai

    Diperbarui pada: 09 ธ.ค. 2025
    Dr. Chutarat Chino
    Dr. Chutarat Chino
    Bangkok Hospital Chiang Mai
    Partikel debu yang perlu diketahui
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Chiang Mai
    Diperbarui pada: 09 ธ.ค. 2025

    Berdasarkan informasi mengenai tingkat kualitas udara (Air Quality Index: AQI) dan jumlah partikel debu berbahaya (Particulate Matter: PM) memiliki dampak besar terhadap kesehatan masyarakat umum. Ketika manusia menghirup polusi udara, partikel debu berbahaya yang sangat kecil dapat mencapai jauh hingga ke alveolus paru-paru kita. Hal ini menyebabkan iritasi dan peradangan. Dengan sifatnya yang begitu kecil hingga tak terlihat dengan mata telanjang, sebagian dari partikel tersebut dapat menembus dinding alveolus dan menyusup melalui pembuluh kapiler ke dalam aliran darah, menyebar ke seluruh tubuh. Akibat buruk langsung yang dapat terjadi adalah tiga hal berikut:

    • Eksaserbasi penyakit sistem pernapasan, termasuk rinitis, alergi, asma, dan penyakit paru obstruktif kronis, yang meningkatkan insiden sakit di kalangan anak-anak dan orang tua.
    • Eksaserbasi penyakit kardiovaskular dan stroke.
    • Eksaserbasi khususnya pada penyakit jantung koroner.

    Selain itu, dalam jangka panjang dapat menurunkan kapasitas kerja paru-paru hingga dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis meskipun tidak merokok. Juga dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru.

    Oleh karena itu, kita harus melindungi diri dari polusi udara dengan cara berikut ini:

    1. Menggunakan masker jenis N-95 yang memenuhi standar, karena masker tersebut dapat menyaring kabut asap dengan efektif. Masker kertas biasa hanya bisa menyaring debu dan partikel besar, namun tidak bisa menyaring debu berbahaya yang sangat kecil seperti PM 2.5.
    2. Menghindari olahraga atau bekerja di luar ruangan. Jika perlu dilakukan, gunakan masker jenis N-95 sebagai pelindung.
    3. Menggunakan alat pemurni udara di rumah. Meskipun pintu dan jendela sudah tertutup rapat, pengukuran menunjukkan bahwa kualitas udara di dalam rumah tetap berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, gunakan alat pemurni udara untuk mendapatkan kualitas udara yang baik.
    4. Menutup pintu dan jendela dengan rapat dan menghindari menyalakan kipas angin untuk mencegah penyebaran debu.
    5. Mendorong upaya bersama untuk menghentikan pembakaran. Jika menemukan kegiatan pembakaran sampah, ladang, atau hutan, segera laporkan kepada petugas kepolisian.
    6. Memperhatikan gejala abnormal pada orang terdekat, terutama pada orang tua, anak kecil, wanita hamil, atau mereka yang memiliki penyakit kronis seperti penyakit pernapasan atau penyakit jantung. Jika ada gejala sesak napas, napas sulit, atau nyeri dada, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

     

    Disusun dan disusun ulang oleh Dr. Jutarat Jino
    Dokter Spesialis Pengobatan Pencegahan (Kedokteran Okupasi)
    Lisensi No. ว. 39875
    Rumah Sakit Bangkok Chiang Mai
    052-089-817

    Informasi oleh

    Doctor Image

    Dr. Chutarat Chino

    Preventive Medicine, Occupational Medicine

    Dr. Chutarat Chino

    Preventive Medicine, Occupational Medicine

    Doctor profileDoctor profile

    Informasi kesehatan

    Lihat informasi kesehatan lainnya

    Informasi kesehatan

    Siapa yang menjadi "orang favorit" virus COVID-19? Image
    AI
    Siapa yang menjadi "orang favorit" virus COVID-19?
    Sinar matahari dan polusi merusak kulit lebih dari yang dipikirkan. Image
    AI
    Sinar matahari dan polusi merusak kulit lebih dari yang dipikirkan.
    Tren Kesehatan yang Baik Image
    AI
    Tren Kesehatan yang Baik
    Lihat informasi kesehatan lainnya