Rumah Sakit Kanker Bangkok Wattanosoth bekerja sama dengan Universal Strategy Institute Limited Liability Company dari Jepang menandatangani kesepakatan kerjasama untuk mendirikan pusat radiasi dengan teknologi “Heavy Ion Therapy” yang dianggap sebagai teknologi pengobatan radiasi yang efektif untuk pasien kanker dan tumor modern. Proses perawatan ini memakan waktu yang relatif singkat, memiliki efek samping yang minimal, dan dapat digunakan pada pasien yang tidak cocok dengan radiasi konvensional atau tidak mendapatkan hasil dari perawatan konvensional.
Dr. Chatri Duangnate, Anggota Dewan, Wakil Direktur Eksekutif dan Chief Medical Officer dari Bangkok Dusit Medical Services Public Company Limited, dan Ketua Dewan Eksekutif Bangkok Medical Center, menyebutkan bahwa kerja sama untuk mendirikan pusat radiasi dengan teknologi Heavy Ion Therapy ini merupakan langkah maju lainnya dalam dunia medis di Thailand. Inisiatif ini didukung secara akademis oleh organisasi nirlaba internasional dalam pengobatan radiasi medis dari Jepang (NPO Japanese Organization for International Cooperation In Radiation Medicine) dan Rumah Sakit Siriraj.
Pada tahun 1993, National Institute of Radiological Sciences (NIRS) di Jepang membangun dan memasang akselerator partikel berat bermuatan (Heavy Charged Particle Accelerator) untuk penggunaan medis dan berhasil menggunakan terapi radiasi dengan ion karbon. Ini menerima pengakuan pada Oktober 2003 dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang dengan judul “Pengobatan Tumor Padat dengan Heavy Ion Therapy”, yang merupakan bagian dari program pengobatan penyakit dengan teknologi tinggi yang didukung oleh pemerintah Jepang. NIRS telah merawat banyak pasien.
Data tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk berbagai jenis kanker adalah sebagai berikut: kanker prostat 95%, kanker paru-paru (Non-Small Cell Lung Cancer) stadium satu 70%, kanker tulang di sekitar tulang belakang dan pelvis 50%, kanker hati yang agresif atau rekuren 50%, dan kanker serviks yang agresif 45%, dan lain-lain. Saat ini, terdapat 7 institusi di seluruh dunia yang memiliki teknologi Heavy Ion Therapy, yaitu 4 di Jepang, 1 di Jerman, 1 di Italia, dan 1 di Shanghai. Rumah sakit Kanker Bangkok Wattanosoth akan menjadi yang ke-8 dalam membangun pusat radiasi dengan teknologi “Heavy Ion Therapy”.
Prof. Khusus Dr. Theerawut Kooha Prameha, Direktur Rumah Sakit Kanker Bangkok Wattanosoth, memberikan informasi lebih lanjut bahwa radiasi dengan teknologi Heavy Ion Therapy menggunakan partikel karbon, neon, dan argon (ion berat). Sebagian besar menggunakan terapi karbon, di mana ion berat dapat melepaskan energi hampir seluruhnya pada kedalaman yang diinginkan, sehingga memungkinkan penyampaian dosis radiasi tinggi ke sel kanker dan tumor dengan minim radiasi pada jaringan sehat di sekitarnya. Selain itu, ion berat mampu merusak sel kanker lebih efektif 2-3 kali lipat dibandingkan radiasi biasa. Ion berat adalah salah satu jenis terapi partikel atau Particle Therapy.
Particle Therapy dibagi menjadi dua jenis utama:
- Terapi dengan Partikel Proton (Proton Beam Therapy) Proton diperoleh dari ion hidrogen dan dibedakan dari terapi dengan partikel ion berat (Heavy-Ion Beam Therapy) yang umumnya memanfaatkan unsur karbon. Terapi karbon mengurangi waktu perawatan hingga separuhnya, dan dosis radiasi yang diterima organ normal sangat minim dibandingkan terapi dengan partikel proton.
- Terapi dengan Partikel (Particle Therapy) Ini adalah metode terapi yang umum digunakan di Jepang. Ini merawat kanker dan tumor melalui metode radiasi medis dengan inti energi tinggi dari berbagai unsur berat, seperti proton, karbon, argon, dan lainnya. Energi tinggi dihasilkan melalui pemisahan partikel dengan induksi magnetis untuk mendapatkan muatan yang diinginkan atau membentuk partikel yang sesuai, lalu mempercepatnya dengan akselerator synchrotron atau cyclotron hingga kecepatan mendekati cahaya. Muatan tersebut kemudian digabungkan menjadi sinar radiasi untuk pengobatan.
Perbedaan antara terapi dengan partikel dan kelompok radiasi foton (Photon Beam), yang adalah teknologi radiasi saat ini, adalah bahwa radiasi foton, baik itu sinar gamma atau sinar-X, adalah gelombang elektromagnetik berenergi tinggi yang melepaskan energi secara bertahap sepanjang kedalaman jaringan yang dilalui sinar, dari kulit hingga tumor yang akan dihancurkan. Sedangkan, sinar partikel adalah partikel energi tinggi yang bukan gelombang dan melepaskan energi sebagian besar pada kedalaman dan posisi yang ditentukan, memungkinkan penetrasi bagian tubuh yang lebih dalam tanpa banyak merusak sel sehat yang dilaluinya.
Keuntungan dari terapi dengan partikel adalah presisi tinggi. Sinar dapat menerobos dan menghancurkan sel kanker pada kedalaman dan posisi yang diinginkan dengan dosis radiasi yang tepat, sehingga cocok untuk pasien yang tidak dapat menjalani operasi atau memiliki risiko operasi yang tinggi, serta pasien yang menolak operasi. Karena sinar melepaskan hampir semua energi pada posisi yang ditentukan, radiasi yang melalui tubuh menyebabkan dampak minimal pada sel normal.
Sementara sel kanker atau tumor ditargetkan dengan tepat, terapi dengan partikel ini cocok untuk anak-anak yang memiliki risiko tinggi terkena kanker akibat radiasi (Secondary Malignancy), pasien yang mungkin mengalami efek samping tinggi dari terapi radiasi konvensional, serta pasien dengan tumor yang dekat dengan organ penting berisiko tinggi akibat radiasi.
Selain keunggulan di atas, terapi ion berat juga memiliki kelebihan dibandingkan partikel proton: Terapi ion berat sangat bermanfaat bagi pasien dengan jenis kanker yang resisten terhadap radiasi karena lebih efektif dalam menghancurkan sel kanker daripada sinar foton (Photon Beam) atau terapi proton (Proton Therapy).



