Saat ini, masalah kekurangan radiolog dan tenaga medis di bidang radiologi dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat yang penting, yang dapat menyebabkan banyak pasien mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tertunda. Rumah Sakit Bangkok telah melihat pentingnya dan memilih menggunakan inovasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Inspectra CXR sebagai asisten dokter cerdas yang dapat menganalisis kelainan dari gambar rontgen dada dengan detail, cepat, akurat, dan memiliki keunggulan tersendiri yang dapat memenuhi kebutuhan kerja dokter dengan tepat
Inovasi kecerdasan buatan atau sistem AI ini akan menginterpretasikan gambar secara otomatis tanpa perlu memasukkan perintah apapun. Laporan hasil akan muncul secara instan di layar kerja radiolog dan dirancang untuk dapat disesuaikan dengan sistem IT yang berbeda-beda dari setiap rumah sakit dengan lancar. Selain itu, mendukung sistem kerja jarak jauh termasuk unit pemeriksaan rontgen bergerak.
Dr..Dul Damrongsak Asisten Presiden Eksekutif Grup 1 Rumah Sakit Bangkok mengatakan bahwa AI adalah salah satu teknologi yang digunakan dalam bidang radiologi. Rumah Sakit Bangkok memilih teknologi Inspectra CXR karena akurat dan merupakan teknologi yang dikembangkan oleh orang Thailand. Oleh karena itu, diagnosis penyakit, terutama terkait penyakit orang Thailand, memiliki akurasi tinggi, seperti tuberkulosis yang tidak banyak ditemukan di luar negeri. Setelah rumah sakit menggunakannya teknologi AI untuk pemrosesan, analisis dapat dilakukan dengan benar dan mendapat pengakuan dari radiolog bahwa hasilnya konsisten dan dapat digunakan secara praktis. Selain itu, sistem AI ini dapat menghubungkan dengan sistem rumah sakit yang aman dalam pengamanan data pasien. Di bidang kesehatan masyarakat Thailand, masih ada kekurangan spesialis radiologi yang dapat merawat pasien di seluruh negeri. Oleh karena itu, penggunaan teknologi AI merupakan bantuan yang memungkinkan lebih banyak pasien mendapatkan diagnosis.

Dr.. Kewalin Rangsinaporn Radiolog Direktur Kelompok Kerja Klinik Medis Rumah Sakit Bangkok mengatakan, saat ini pekerjaan di bidang radiologi telah berkembang pesat. Gambar radiologi berperan penting dalam membantu diagnosis penyakit dan memonitor hasil pengobatan dokter. Gambar radiologi ada berbagai jenis, yang menyebabkan beban kerja harian radiolog meningkat. Termasuk berbagai batasan yang mungkin menyebabkan kesalahan dalam diagnosis, seperti batasan teknis jika gambar rontgen dada adalah gambar 2 dimensi yang mungkin menyembunyikan kelainan karena bayangan organ yang tumpang tindih, lesi yang sangat kecil, kelelahan radiolog, dan sebagainya

Penggunaan sistem AI seperti sebagai asisten radiolog untuk membaca hasil dengan benar, akurat, mengurangi kesalahan, dan juga dapat membantu menentukan prioritas urgensi bacaan untuk pasien dengan hasil abnormal mendesak, sehingga pasien mendapatkan perawatan tepat waktu Inspectra CXR dapat mengenali kelainan secara menyeluruh, berbagai lesi penting pada gambar rontgen dada, penggunaannya mudah, tidak menambah beban kerja bagi radiolog
Teknologi AI adalah teknologi yang mengubah dunia. AI akan terus berkembang dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang kedokteran. Pada akhirnya, pekerjaan radiolog akan menjadi lebih akurat, dapat bekerja lebih mudah dan cepat, dengan kesalahan yang lebih sedikit, yang akan meningkatkan efektivitas perawatan pasien.
Supichaya Pupisuth Direktur Utama Perusahaan Perceptra Co., Ltd. mengatakan bahwa teknologi kecerdasan buatan adalah teknologi yang relatif baru di negara ini, tetapi saat ini diterima di seluruh dunia untuk digunakan dan dapat benar-benar membantu dokter. Rumah Sakit Bangkok melihat pentingnya dan memiliki visi menerapkan teknologi untuk meningkatkan layanan pasien secara konsisten, apakah menerapkan sistem kecerdasan buatan sebagai teman berpikir untuk radiolog, membantu menandai lokasi lesi yang kadang-kadang sulit terlihat dengan mata manusia, atau menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi sistem kerja dokter dan meningkatkan layanan pasien.

Sistem Inspectra CXR adalah perangkat lunak kecerdasan buatan yang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi kerja dokter, dengan AI yang dilatih memiliki sensitivitas tinggi dalam mendeteksi lesi pada gambar rontgen dada, dapat menunjukkan posisi abnormalitas, lesi kecil, atau lesi yang tumpang tindih dengan organ lain. Sistem AI akan bekerja sama dengan dokter untuk membantu dokter membuat keputusan lebih cepat dan mengurangi kesalahan. Sistem Inspectra CXR adalah AI dengan efisiensi setara dengan AI terbaik di dunia, dan dilatih dari gambar rontgen berkualitas tinggi dari lebih dari 1,5 juta gambar di seluruh dunia, dengan lebih dari 40% dari gambar tersebut adalah gambar orang Thailand. Perusahaan menggabungkan algoritma presisi tinggi yang dapat mendeteksi semua jenis lesi dengan teknologi lain yang memenuhi kebutuhan rumah sakit seperti sistem keamanan data yang kuat dan sistem manajemen data canggih. Semua ini membuat Inspectra CXR menjadi platform yang menetapkan standar baru dalam diagnosis gambar medis



