Rumah Sakit Bangkok
Caret Right
Search
CTA Curve
Temukan dokter icon
Temukan dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Rumah Sakit Bangkok
Ikuti beritanya
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit Bangkok
    MEMBER OFBDMS logo

    Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)

    3 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 11 ธ.ค. 2025
    Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)
    AI Translate
    Translated by AI
    Bangkok Hospital Headquarter
    Diperbarui pada: 11 ธ.ค. 2025

    Gangguan bipolar adalah gangguan emosi yang dapat berfluktuasi secara ekstrem, baik mania maupun depresi berat, yang dapat menyebabkan kerusakan baik bagi diri sendiri maupun orang lain, seperti yang sering terlihat dalam berita. Penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Ada informasi bahwa ini adalah penyakit yang diturunkan secara genetik, tetapi juga dapat disebabkan oleh perubahan kimia dalam otak, baik itu dari obat-obatan, zat adiktif, atau beberapa penyakit fisik. Statistik umum menunjukkan tingkat kejadian penyakit ini sekitar 1 – 2% dari populasi.

     

    Gejala Gangguan Emosi

    Gejala yang ditemukan dapat berada di kedua kutub, tetapi beberapa orang mungkin hanya mengalami satu kutub saja, yaitu mania tanpa riwayat depresi sama sekali (kedua jenis ini disebut sebagai Gangguan Bipolar I). Sementara sebagian lainnya memiliki gejala depresi yang dominan dan mengalami hypomania dari waktu ke waktu (disebut Gangguan Bipolar II).

     

    1) Gejala Mania (Mania dan Hipomania)

    Gejala mania dan hipomania adalah serupa, hanya berbeda dalam tingkat keparahan. Hipomania tidak seberat mania.


    Gejalanya adalah sebagai berikut:

    • Perasaan euforia dan emosional yang sangat berlebihan
    • Penuh energi, hiperaktif, atau mudah gelisah, bahkan mudah marah
    • Rasa percaya diri yang berlebihan atau merasa diri sangat hebat, padahal kenyataannya tidak demikian
    • Mengurangi kebutuhan tidur, misalnya hanya tidur tiga jam namun merasa cukup
    • Berbicara lebih banyak dari biasanya atau merasa tertekan untuk selalu berbicara
    • Pikiran cepat berlalu, bergerak cepat, berubah cepat
    • Mudah beralih fokus dan terbawa oleh dorongan eksternal
    • Banyak melakukan berbagai hal, baik berfokus maupun tidak, hingga terlihat seperti orang yang gelisah
    • Sering ditemukan keputusan atau tindakan yang tidak tepat, seperti pengeluaran uang atau investasi yang salah, bahkan aktivitas seksual yang berisiko

     

    2) Gejala Depresi (Depress)

    Gejala depresi atau perasaan depresi biasanya menyebabkan kerugian atau kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari seperti pekerjaan, belajar, bersosialisasi, atau bahkan hubungan interpersonal dengan orang lain.

    Gejalanya adalah sebagai berikut:

    • Perasaan sedih, hampa, putus asa, mudah menangis
    • Kehilangan minat dalam kegiatan yang dulu menyenangkan
    • Kehilangan nafsu makan hingga berat badan menurun, atau makan berlebihan
    • Gangguan tidur, baik kesulitan tidur atau tidur berlebihan tanpa ingin melakukan apapun
    • Gelisah atau gerakan yang melambat
    • Merasa kelelahan dan tidak bertenaga
    • Merasa tidak berharga atau bersalah padahal mungkin tidak benar
    • Sulit berpikir jelas, tidak fokus, atau sulit mengambil keputusan
    • Beberapa orang mungkin memikirkan melukai diri sendiri, termasuk berpikir tentang bunuh diri

     

    Kedua jenis gejala yang berbeda dari kebiasaan atau karakter pribadi ini akan muncul sepanjang hari atau hampir sepanjang hari, dan berlangsung selama beberapa hari atau minggu sebelum diagnosis dapat ditetapkan. Namun, kadang diagnosis sulit diterapkan sehingga harus diperhatikan oleh seorang psikiater.

     

    image​

    Pengobatan Gangguan Bipolar

    Ada berbagai cara untuk mengobati Gangguan Bipolar:

    • Penggunaan Obat Obat adalah pengobatan yang paling efektif untuk penyakit ini. Obat-obatan biasanya memerlukan waktu untuk mulai bekerja (Lag Time) dan harus diminum setiap hari secara teratur. Banyak pasien yang harus terus meminum obat meskipun gejalanya sudah reda untuk mencegah kambuh. Karena obat memiliki efek samping tertentu, pasien harus disiplin dalam minum obat atau anggota keluarga harus memastikan pemberian obat sesuai perintah dokter. Efek samping yang mungkin terjadi dapat dikonsultasikan dengan dokter untuk diminimalkan, dihindari, atau disesuaikan dengan pasien individual. Ada beberapa kelompok obat yang dapat digunakan sendiri atau bersama-sama tergantung pada gejalanya, seperti obat stabilisator mood, antipsikotik, antidepresan, obat pereda kecemasan.
    • Perawatan di Rumah Sakit jika Gejala Parah Ini mungkin dilakukan jika gejala dapat menyebabkan kerugian bagi diri sendiri atau orang lain, seperti pertikaian, penggunaan kekuatan, perilaku sembrono, pengeluaran uang tanpa pikir panjang, transaksi yang salah, melukai diri sendiri, atau pemikiran tentang bunuh diri dalam kasus depresi.
    • Konseling dan Modifikasi Perilaku untuk Pengendalian Emosi Ini akan membantu pasien menjalani kehidupan secara normal.


    Dalam hal pasien menggunakan atau kecanduan zat adiktif, mereka juga harus dirawat secara bersamaan, dan faktor ini dapat membuat pengobatan gangguan bipolar menjadi lebih sulit.