Ketika terjadi kecelakaan rahang dan wajah, baik jatuh dari ketinggian, dianiaya, atau kecelakaan mobil, operasi bedah rahang dan wajah (Maxillofacial Surgery) oleh dokter ahli sangat penting untuk membantu pasien kembali menggunakan anggota tubuh yang fungsinya mirip seperti semula. Oleh karena itu, mengetahui detail dasar adalah hal yang penting.
1) Pentingnya Maxillofacial Surgery
Maxillofacial Surgery adalah cabang khusus yang melakukan operasi di area rahang dan wajah untuk membantu pasien yang mengalami kecelakaan terkait rahang dan wajah kembali hidup secara normal.
2) Siapa saja yang perlu dirawat dengan Maxillofacial Surgery
- Pasien yang mengalami kecelakaan saat itu, termasuk jatuh dari sepeda, tabrakan kendaraan, jatuh dari ketinggian, dianiaya
- Pasien yang mengalami kecelakaan dan kemudian terjadi kelainan, termasuk jatuh atau dianiaya tidak terlalu parah, gejala yang terlihat seperti tidak bisa menggigit, melihat ganda, sulit bernapas, sakit telinga
- Pasien yang telah menjalani perawatan kemudian ingin memperbaikinya kembali
3) Tingkat Kesulitan dalam Perawatan Maxillofacial Surgery
Setiap bagian di wajah masing-masing berperan penting. Tantangan dalam perawatan adalah fungsi-fungsi seperti penglihatan, pengunyahan, dan lain-lain yang harus sejalan dengan keadaan normal serta seindah mungkin. Selain itu, dalam kasus perawatan yang sulit biasanya ditemukan pada pasien dengan patah tulang di beberapa bagian yang memerlukan keahlian tim dokter yang terdiri dari ahli bedah plastik, dokter specialis mata (Oculoplastic), dan dokter gigi spesialis (Maxillofacial) yang bekerja sama dalam perawatan pasien untuk mengurangi kemungkinan pasien harus kembali dioperasi di kemudian hari.
4) Berapa lama waktu perawatan
Pasien yang mengalami kecelakaan di area rahang dan wajah seringkali juga mengalami cedera otak. Oleh karena itu, tim dokter harus mengadakan rapat dengan dokter bedah saraf untuk menilai kondisi otak yang sesuai untuk operasi agar dilakukan secepat mungkin. Periode waktu emas (Golden Period) tidak boleh lebih dari 1-2 minggu karena tulang yang patah akan mulai membentuk jaringan lunak, yang membuat penyatuan tulang ke posisi semula semakin sulit. Mungkin perlu mematahkan tulang lagi sehingga perawatan menjadi lebih kompleks. Setelah menjalani operasi bedah rahang dan wajah (Maxillofacial Surgery), pasien mungkin akan diikatkan gigi untuk merangka rahang dan harus mengonsumsi makanan cair sekitar 2-4 minggu. Dokter akan menjadwalkan kunjungan tindak lanjut 1 minggu, 2 minggu, 1 bulan, 3 bulan, dan 6 bulan setelah operasi.
5) Bagaimana cara mencegah cedera pada wajah
Gunakan helm, terutama yang tertutup penuh, itu adalah metode pencegahan terbaik, serta pasang sabuk pengaman setiap saat. Jika gigi asli terlepas, segera cari gigi tersebut, pegang pada bagian gigi, bukan akarnya, cuci dengan air bersih secara perlahan untuk menghapus kotoran, lalu rendam dalam susu atau air dingin, kemudian segera temui dokter gigi agar gigi dapat dipasang kembali di tempatnya secepat mungkin.
Jika terjadi kecelakaan rahang dan wajah, hal terpenting adalah segera menemui dokter ahli untuk mendapatkan perawatan secepat mungkin, untuk mendapatkan hasil pengobatan yang memuaskan.








