Pemeriksaan Kesehatan Dasar (Basic Measurement)
Pemeriksaan dasar membantu menilai kondisi kesehatan umum melalui pengukuran vital signs dan perhitungan Body Mass Index (BMI).
Vital Signs
Indikator dasar fungsi tubuh: tekanan darah, suhu tubuh, nadi, dan laju napas. Perubahan nilai dapat menandakan perubahan kondisi kesehatan.
Tekanan Darah
- Normal: <120/80 mmHg
- Meningkat: 120–129/80–84 mmHg
- Hipertensi tahap 1: 130–139/85–89 mmHg
- Hipertensi tahap 2: 140–159/90–99 mmHg
- Sangat tinggi: 160–179/100–109 mmHg
- Krisis hipertensi: ≥180/110 mmHg
Dampak Tekanan Darah Tinggi/Rendah
Tekanan darah rendah dapat menyebabkan pusing, lemas, pingsan, risiko jatuh, dan bila sangat rendah dapat mengurangi pasokan oksigen sehingga membahayakan jantung dan otak.
Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko komplikasi seperti gagal jantung, aritmia, penyakit ginjal kronis, pembengkakan tungkai, stroke (mis. wajah mencong, kelemahan/kebas satu sisi), gangguan retina, hingga demensia.
Penyebab
Hipertensi: primer (90–95%) dan sekunder akibat kondisi lain (mis. ginjal, adrenal, saraf, hormon, komplikasi kehamilan, obat). Faktor risiko: genetik, obesitas, kolesterol tinggi, diet tinggi garam, kurang aktivitas, alkohol, merokok, stres, usia.
Hipotensi dapat terkait dehidrasi, perubahan posisi, kehamilan, obat tertentu, masalah jantung/endokrin, perdarahan, infeksi berat, reaksi alergi, gangguan napas, stres, atau kekurangan nutrisi.
Suhu Tubuh
- Normal: 35,4–37,4°C
- Demam ringan: 37,5–38,4°C
- Demam tinggi: 38,5–39,4°C
- Sangat tinggi: >40°C
Perubahan suhu dipengaruhi usia, kondisi fisik, aktivitas, lingkungan, dan bentuk tubuh.
Denyut Nadi
- Istirahat normal: 60–100 kali/menit
- >100 kali/menit: takikardia
- >150 kali/menit: takikardia berat (berbahaya)
Nadi cepat tanpa aktivitas/olahraga/demam dapat menandakan masalah kesehatan; bila disertai berdebar, sesak, atau mudah lelah dapat terkait aritmia.
Penyebab: faktor luar (olahraga, demam, cemas/stres, dehidrasi, gula darah rendah, perdarahan, stimulan/minuman/obat tertentu) dan faktor dalam (iskemia miokard akut, kelainan jantung bawaan, penyakit katup, hipertensi, anemia).
Body Mass Index (BMI)
BMI memperkirakan lemak tubuh dari berat badan dibagi tinggi badan (meter) kuadrat. BMI membantu menilai tren dan risiko penyakit tertentu, namun perlu dikombinasikan dengan penilaian lain.
Kategori BMI
- <18,50: kurus
- 18,50–22,9: normal
- 23–24,9: overweight
- 25–29,9: obes
- >30: obes berat
Dampak
- BMI rendah: risiko malnutrisi, mudah lelah, daya tahan menurun
- BMI normal: risiko komplikasi terkait obesitas paling rendah
- BMI tinggi: risiko komplikasi terkait obesitas meningkat (semakin tinggi, semakin besar risikonya)
Perbedaan BMI dipengaruhi pola makan, olahraga, genetik, kondisi kesehatan, dan faktor hormonal.
BMI Calculator Program