Severitas dari virus COVID-19 tetap menjadi hal yang mengkhawatirkan, terutama jika virus COVID-19 masuk ke paru-paru dan dibiarkan atau tidak segera diobati dapat membahayakan nyawa. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dan mempersiapkan diri secara tepat jika harus menghadapi masalah ini.
Severitas dari COVID-19
Virus COVID-19 adalah virus dengan tingkat severitas yang tinggi dengan cara kerja virus ini dimulai ketika virus masuk ke tubuh dan menempel pada berbagai organ, termasuk paru-paru, jantung, pembuluh darah, usus, dan pembuluh darah yang menuju ginjal. Setelah itu, virus COVID-19 akan menyusup ke dalam sel dan berkembang biak dalam sel. Ketika jumlahnya mencapai titik tertentu, virus akan menghancurkan sel dan melepaskan diri sebagai banyak virus untuk menyusup ke organ-organ sekitarnya. Penghancuran sel ini terjadi secara berantai sampai organ tersebut rusak dan tidak dapat berfungsi lagi. Dalam kasus paru-paru, ketika paru-paru telah banyak rusak, penukaran oksigen tidak akan berjalan normal, kadar oksigen dalam darah pasien akan menurun, dan jaringan paru-paru tidak dapat berfungsi secara normal
Kelompok Risiko Ketika COVID-19 Masuk ke Paru-Paru
- Orang lanjut usia
- Orang dengan penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung
- Orang dengan obesitas BMI lebih dari 30
- Orang dengan komplikasi penyakit
Virus COVID-19 Masuk ke Paru-Paru
Ketika virus COVID-19 menyusup ke paru-paru, virus akan menempel pada banyak sel paru-paru dan terus menghancurkan sel-sel tersebut yang berdampak langsung pada fungsi paru-paru. Penghancuran sel ini memicu tubuh membentuk sistem kekebalan untuk melawan virus COVID-19 dan berbagai reaksi abnormal dalam tubuh. Proses ini menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru secara berulang, membuat kondisi paru-paru memburuk dengan cepat, terutama jika tidak segera diobati.

Merawat COVID-19 Mendukung Paru-Paru
Pengobatan penyakit COVID-19 ketika masuk ke paru-paru dapat dilakukan dengan memberikan obat antivirus, yang bekerja membunuh virus dan mencegah virus dari berkembang biak dan menghancurkan sel lebih lanjut. Selain itu, dokter juga akan memberikan obat antiinflamasi untuk mengurangi proses peradangan dalam tubuh beserta obat untuk mengatasi gejala yang muncul.
Dalam kasus yang parah, ketika pembengkakan jaringan paru-paru dan kerusakannya parah, dokter mungkin perlu menggunakan ventilator dan memasang pipa bantu napas untuk meningkatkan kadar oksigen dalam jaringan paru-paru, sehingga dapat mempertahankan kadar oksigen dalam darah yang menyuplai berbagai organ. Namun, dalam beberapa kasus di mana ventilator tidak dapat menyelamatkan nyawa, alat khusus yang disebut ECMO (Extracorporeal Membrane Oxygenation) diperlukan untuk mendukung fungsi jantung dan paru-paru. Alat ini bekerja dengan mengambil darah dari tubuh pasien, memasukkannya ke dalam alat untuk menambahkan oksigen, lalu mengembalikannya ke dalam tubuh pasien, sehingga meningkatkan peluang pasien untuk bertahan hidup.
Melindungi Paru-Paru Selama COVID-19
Hal paling penting dalam merawat paru-paru selama COVID-19 adalah menghindari infeksi, yang dapat dilakukan dengan memakai masker, mencuci tangan secara teratur, menjaga jarak, menghindari perjalanan ke daerah padat, dan menghindari kontak atau kedekatan dengan orang-orang yang berisiko tinggi. Jika curiga atau mengalami gejala abnormal, segera temui dokter.






