Bangkok Hospital
Caret Right
Search
CTA Curve
Cari Dokter icon
Cari Dokter
Buat janji temu icon
Buat janji temu
kontak icon
kontak
Telepon undefined
Menu
  • Pilih rumah sakit

  • Language

Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Doctor not found
Bangkok Hospital
Ikuti beritanya
Lihat Google Maps
    Kebijakan Privasi

    |

    Kebijakan Cookie

    Copyright © 2026 Bangkok Hospital. All right reserved


    Jaringan Rumah Sakit
    MEMBER OFBDMS logo
    CHAT

    Kanker Paru-paru

    3 Menit untuk membaca
    Informasi oleh
    Bangkok Cancer Hospital
    Diperbarui pada: 23 ก.พ. 2026
    Paket yang direkomendasikan
    Package Image
    Paket Skrining Kanker
    Kanker Paru-paru
    Bangkok Cancer Hospital
    Diperbarui pada: 23 ก.พ. 2026
    daftar isi
    • Cancer Screening
    • Kelompok risiko
    • Faktor Risiko
    • Early Diagnosis

    Pemeriksaan Kanker

    Kanker paru-paru adalah penyebab kematian kedua terbesar dan penyebab kematian utama akibat kanker di Thailand. Sebagian besar kanker paru-paru didiagnosis pada stadium lanjut, sehingga pengobatan menjadi lebih rumit dan mengakibatkan penurunan angka harapan hidup secara keseluruhan yang signifikan. Di masa lalu, skrining kanker paru-paru dilakukan dengan rontgen dada dan sitologi dahak. Namun, metode skrining ini tidak meningkatkan deteksi dini pasien kanker paru-paru, karena nodul kecil (subsolid nodule/ground glass nodule) tidak dapat terdeteksi.

    Pada tahun 2011, National Lung Screening Trial (NLST) di Amerika Serikat menunjukkan bahwa penggunaan CT-scan dada dosis rendah merupakan metode skrining yang efektif pada orang yang berisiko tinggi terkena kanker paru-paru dibandingkan dengan rontgen dada. Dengan melakukan skrining setahun sekali, angka kematian berkurang hingga 20%. Oleh karena itu, saat ini National Comprehensive Cancer Network (NCCN), American Society of Clinical Oncology (ASCO), dan American College of Chest Physicians (ACCP) merekomendasikan skrining kanker paru-paru pada populasi berisiko tinggi dengan menggunakan CT-scan dada dosis rendah.

    Kelompok berisiko tinggi didefinisikan sebagai:

    1. Usia 55-74 tahun
    2. Perokok aktif atau mantan perokok:
      Anda dapat mempertimbangkan pemeriksaan kanker paru-paru jika Anda memiliki riwayat merokok selama 30 pack years atau lebih. Pack years dihitung dengan mengalikan jumlah bungkus rokok yang dihisap per hari dengan jumlah tahun Anda merokok.
      • Merokok dua bungkus sehari selama 15 tahun.
      • Merokok satu bungkus sehari selama 30 tahun.
      • Merokok satu setengah bungkus sehari selama 20 tahun.
    3. Berhenti merokok kurang dari 15 tahun

    Terdapat faktor risiko lainnya seperti yang tertera di bawah ini:

    • Usia
    • Seks
    • Etnis
    • Berat dan tinggi badan
    • Pendidikan
    • Riwayat keluarga menderita kanker paru-paru, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan kanker lainnya.

    Kelompok risiko

    Orang yang termasuk dalam kelompok risiko sedang adalah perokok aktif atau mantan perokok dengan riwayat merokok 20 bungkus per tahun, perokok pasif, atau tinggal di lingkungan yang buruk.

    Faktor Risiko

    Dupa

    Penelitian di Tiongkok menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap pembakaran dupa dapat berkontribusi pada penyakit saluran pernapasan dan juga dapat menyebabkan kanker paru-paru. Oleh karena itu, orang yang memiliki risiko kanker paru-paru (riwayat keluarga kanker paru-paru, PPOK, asma) sebaiknya menghindari paparan asap dupa.

    Partikel halus (PM2.5)

    Istilah partikel halus atau partikulat 2,5 (PM2.5) merujuk pada partikel atau tetesan kecil di udara yang berukuran 2,5 mikron atau kurang. Partikel halus terutama berasal dari knalpot mobil. Selain itu, aktivitas yang menghasilkan asap seperti pembakaran bahan bakar seperti kayu bakar, minyak tungku, batu bara, dan konstruksi juga berkontribusi. Indeks Kualitas Udara (AQI) adalah indeks untuk melaporkan kualitas udara. AQI mengukur polutan udara termasuk PM2.5. Partikel dalam kisaran ukuran PM2.5 mampu masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Paparan partikel halus dapat menyebabkan efek kesehatan jangka pendek seperti iritasi mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Efek utama lainnya adalah batuk, bersin, pilek, dan sesak napas. Paparan partikel halus juga dapat memengaruhi fungsi paru-paru dan memperburuk kondisi medis seperti asma dan penyakit jantung. Selain itu, risiko terkena kanker paru-paru meningkat seiring dengan peningkatan kadar PM2.5 di udara. Ketika kadar PM2.5 di luar ruangan tinggi, sebaiknya hindari berada di luar ruangan, gunakan pembersih udara, dan kenakan masker wajah.

    Rokok Elektrik

    Rokok elektronik adalah perangkat bertenaga baterai yang mengeluarkan uap nikotin atau larutan non-nikotin untuk dihirup pengguna. Bentuknya bisa menyerupai rokok tembakau tradisional, tanpa asap. Meskipun rokok elektronik mengurangi paparan arsenik, timbal, dan zat berbahaya lainnya yang terdapat dalam rokok tradisional, bukan berarti rokok elektronik aman. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan sebelum rokok elektronik dapat dikategorikan sebagai berbahaya atau aman. Konsumen harus menyadari bahwa informasi mengenai rokok elektronik masih bersifat permulaan. Penelitian tambahan akan membantu memahami efek kesehatan jangka panjang dari konsumsi rokok elektronik.

    Diagnosis Dini

    American Cancer Society merekomendasikan agar orang yang saat ini atau sebelumnya merokok lebih dari 30 bungkus per tahun atau berhenti merokok kurang dari 15 tahun, dan berusia 55 tahun atau lebih, sebaiknya menjalani skrining kanker paru-paru dengan menggunakan CT-scan dada dosis rendah setahun sekali.

    “Jika terdeteksi sejak dini, pasien kanker paru-paru memiliki lebih banyak pilihan pengobatan dan peluang bertahan hidup serta kualitas hidup yang jauh lebih besar.”​

    Dokter terkait

    Lihat semua dokter

    Paket dan Promosi

    Paket Skrining KankerPaket Skrining Kanker
    Paket Skrining Kanker

    6,500 - 82,800 baht

    rincian
    Lihat paket lainnya

    Berbagai jenis kanker

    Lihat semua

    Berbagai jenis kanker

    Pancreatic Cancer Image
    Pancreatic Cancer
    Leukemia Image
    Leukemia
    Colorectal Cancer Image
    Colorectal Cancer
    Lihat semua