Otak yang sehat adalah sesuatu yang diinginkan semua orang, karena otak memiliki peran dalam kinerja organ atau sistem lainnya, seperti sistem saraf, pergerakan lengan, kaki hingga berjalan, keseimbangan, dan memori.
Saat ini, orang Thailand berisiko lebih tinggi terkena penyakit yang berhubungan dengan sistem saraf dan otak karena perubahan gaya hidup serta peningkatan proporsi lansia, seperti banyak negara yang sedang menuju masyarakat lanjut usia. Semakin tua kita, semakin tinggi pula risiko terkena penyakit sistem saraf.
Menurut statistik, di Thailand, seseorang meninggal setiap 4 menit akibat stroke, yang termasuk dalam kelompok penyakit sistem saraf, rata-rata 6 orang per jam. Stroke adalah penyebab kematian nomor dua di dunia setelah kanker. Menjaga otak tetap berfungsi dengan baik selama mungkin adalah penting, dan memilih makanan yang bermanfaat bagi otak adalah salah satu cara yang dapat dilakukan dengan mudah.
Bapak Ekkasit Jittham, Ahli Gizi-penentu diet profesional di Rumah Sakit Bangkok menyarankan bahwa jika kita memilih makanan yang bermanfaat bagi otak setiap hari, hal itu dapat membantu meningkatkan fungsi sel otak serta mencegah penuaan dini. Ini seperti berolahraga atau memilih makanan yang mendukung bagian tubuh lainnya, karena otak juga membutuhkan perawatan untuk tetap fit dan sehat.
Nutrisi yang Membantu Otak Tetap Bugar
Nutrisi yang bisa membantu menjaga, mendukung fungsi, dan memperlambat penuaan otak termasuk berbagai jenis vitamin, terutama vitamin B1, B6, B12, vitamin C, dan vitamin E, yang terdapat dalam berbagai jenis makanan sebagai berikut:
- Vitamin B1 banyak terdapat dalam makanan seperti nasi keras, kuning telur, ikan, kedelai
- Vitamin B6 sarankan untuk mengonsumsi telur, daging, biji gandum, jagung, pisang
- Vitamin B12 mendukung fungsi saraf, meningkatkan memori jangka pendek, mengurangi risiko Alzheimer pada orang lanjut usia hingga 4 kali lipat. Makanan yang sesuai termasuk telur, organ dalam hewan, susu, dan daging rendah lemak lainnya
- Vitamin C membantu melawan radikal bebas, ditemukan dalam buah seperti kiwi, jambu biji, pepaya, serta sayuran seperti brokoli, dan sawi
- Vitamin E banyak ditemukan dalam brokoli, bayam, kacang-kacangan, almond, minyak dedak padi, dan zat besi yang membantu mengirim oksigen ke otak
Tidak Mengurangi Lemak, Karbohidrat, Kuning Telur
Sering terdapat miskonsepsi dalam memilih makanan, karena berpikir bahwa makanan tersebut lebih banyak berdampak negatif daripada memberikan manfaat, terutama makanan jenis lemak, karbohidrat, dan kuning telur. Namun, sebenarnya ketiga jenis makanan ini lebih penting daripada dampaknya terhadap tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.
1) Lemak
Tubuh manusia masih membutuhkan lemak dan struktur otak terdiri dari 60% lemak. Mengonsumsi makanan yang menjadi sumber lemak baik akan membantu tubuh tetap hangat dan memperkuat sel otak. Makanan yang tinggi omega-3 termasuk ikan laut seperti salmon, tuna, mackerel, ikan air tawar seperti lele, ikan kakap, ikan bandeng, serta kuning telur, ganggang laut, biji chia, biji labu, wijen, minyak zaitun, dan minyak bunga matahari. Semua makanan ini mengandung lemak baik yang bermanfaat bagi tubuh.
2) Karbohidrat
Wanita yang takut gemuk biasanya ingin mengurangi karbohidrat sebagai langkah pertama, tetapi tahukah Anda bahwa otak masih memerlukan glukosa dari karbohidrat yang kita konsumsi. Jadi, jika menghindari semuanya, tidaklah mungkin. Kekurangan karbohidrat dalam bentuk glukosa bisa mengurangi efisiensi kerja otak dan menyebabkan gejala seperti menguap dan kelelahan. Selain itu, dianjurkan untuk mengonsumsi nasi merah, ubi, jagung, dan biji-bijian yang merupakan sumber energi berkualitas yang diperlukan tubuh.
3) Kuning Telur
Kuning telur sering dihindari oleh banyak orang, tetapi otak membutuhkan protein, vitamin, dan mineral. Mengonsumsi makanan beragam dalam proporsi yang seimbang adalah penting, daripada hanya menekankan satu jenis dan mengabaikan lainnya. Sumber makanan seperti kuning telur, organ dalam hewan (hati), biji-bijian seperti kedelai, dan daging rendah lemak seperti ayam dan ikan merupakan sumber penting kolin yang diperlukan untuk fungsi sistem saraf dan otak. Makanan dari susu, telur, wijen, almond, dan biji labu juga membantu meningkatkan memori.
Seberapa Sering Mengonsumsi Makanan yang Membantu Otak
Terdapat asam amino tertentu yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh sendiri tetapi penting bagi otak, seperti triptofan, yang ditemukan dalam daging, susu, telur, kacang-kacangan, pisang, susu hangat, dan susu kedelai. Sementara glutamat adalah zat alami yang terdapat banyak dalam protein seperti ayam, babi, ikan, yang jika dikonsumsi terlalu sedikit bisa mempengaruhi pembelajaran dan memori, tetapi jika terlalu banyak dapat merusak sel saraf.
“Terdapat nutrisi lain yang diperlukan untuk meningkatkan fungsi sistem saraf dan otak yang tidak bisa diabaikan, termasuk kelompok nutrisi asam amino yang berperan dalam pembentukan GABA, yang membantu mengurangi risiko Alzheimer, seperti glutamin yang kita peroleh dari mengonsumsi nasi merah, biji gandum, atau biji-bijian lainnya. Sebaiknya dikonsumsi rata-rata 4 – 5 kali seminggu, bersama dengan ikan, oat, pisang, dan sebagainya.”
Karena semua orang ingin memiliki otak yang sehat selama mungkin, penting untuk memberi perhatian pada makanan untuk otak dengan memilih makanan yang tepat dan berolahraga secara teratur untuk menjaga otak yang efisien tetap bersama kita untuk waktu yang lama.



