Rumah Sakit Hijau Peduli Lingkungan
Dengan keyakinan bahwa bangunan hijau atau bangunan ramah lingkungan berkontribusi dalam membangun keberlanjutan baik untuk kesehatan manusia maupun kualitas lingkungan “Rumah Sakit Bangkok International” (Bangkok International Hospital: BIH) telah memperluas misinya untuk berpartisipasi dalam membangun masyarakat yang berkelanjutan dan berkomitmen untuk bekerjasama dalam mengurangi dampak pembangunan yang berdampak terhadap lingkungan
Untuk mencapai misi tersebut, rumah sakit menerapkan kriteria evaluasi bangunan hijau atau bangunan ramah lingkungan sesuai standar LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) sebagai pedoman untuk mengembangkan proyek.
LEED 2009 for Healthcare
LEED (Leadership in Energy and Environment) adalah kriteria evaluasi bangunan ramah lingkungan yang terkenal secara internasional, dikembangkan oleh Dewan Bangunan Hijau AS atau U.S Green Building Council (USGBC) di mana LEED 2009 for Healthcare adalah penetapan kriteria khusus untuk fasilitas kesehatan denganfokus pada penilaian keberlanjutan dan efisiensi rumah sakit, baik dari segi kesehatan pasien maupun kualitas lingkungan secara bersamaan
Pengembangan rumah sakit yang dilakukan sesuai panduan yang ditentukan dalam kriteria evaluasi bangunan hijau LEED 2009 for Healthcare memastikan bahwa ide konservasi energi dan pelestarian lingkungan diperhitungkan dalam setiap proses desain dan konstruksi bangunan, yang akan memiliki dampak signifikan dalam menjaga kelestarian bumi kita
Menurut pedoman LEED hal-hal penting terkait energi dan lingkungan telah dipertimbangkan selama desain dan konstruksi untuk mencapai tujuan menjadi bangunan yang menghemat energi dan lingkungan
Lokasi yang Mendukung Keberlanjutan

Pencegahan Polusi dari Konstruksi
Sepanjang masa konstruksi rumah sakit telah menetapkan langkah-langkah untuk mencegah berbagai masalah sebagai berikut :
- Mencegah masalah erosi dan hilangnya lapisan tanah
- Mencegah lumpur dan sedimen mengalir ke titik penerimaan air hujan
- Mencegah polusi udara yang disebabkan oleh debu konstruksi
Penilaian Kondisi Lingkungan Lokasi Proyek Mengingat proyek ini terletak di kawasan yang sebelumnya telah digunakan; rumah sakit telah melakukan penilaian yang teliti untuk memastikan ada atau tidak adanya sisa bahan kimia atau kontaminan di area tersebut untuk pertimbangan perlunya perbaikan dan rehabilitasi area sebelum dimulainya kegiatan konstruksi
Pemilihan Lokasi / Kepadatan Pengembangan / Konektivitas dengan Komunitas
Rumah sakit telah dipertimbangkan untuk didirikan di area yang padat penduduk dengan perkembangan yang signifikan, yang terletak di zona dengan infrastruktur publik dan fasilitas lain termasuk jalan dan transportasi umum, yang menjadi bagian dari usaha untuk mengurangi masalah ekspansi kota yang menyerang area hijau di luar kota
Akses ke Sistem Transportasi Umum
Untuk mendukung dan mempromosikan penggunaan sistem transportasi umum sebagai alternatif penggunaan kendaraan pribadi rumah sakit telah menyediakan layanan antar jemput pasien, keluarga, dan staf untuk bepergian antara rumah sakit dan stasiun sistem transportasi massal baik jalur BTS (BTS) dan MRT (MRT)

Pengurangan Dampak dari Efek Pulau Panas
“Efek Pulau Panas atau Heat Island Effect” adalah fenomena di mana suhu di daerah perkotaan lebih panas dibandingkan pinggiran kota, yang mempengaruhi kondisi kehidupan penghuni dan menyebabkan ketidakseimbangan kondisi cuaca di area tersebut. Oleh karena itu, rumah sakit mempertimbangkan pemilihan material atap dan lantai dengan indeks pantulan sinar matahari tinggi (Solar Reflectance Index: SRI) sesuai kriteria yang ditentukan, dengan sebagian besar berupa material berwarna putih atau terang, termasuk menyediakan taman atap untuk membantu mengurangi fenomena efek pulau panas

Kedekatan dengan Alam
Rumah sakit menyediakan taman atap yang dirancang dengan cermat untuk menunjang kondisi hidup pengguna bangunan dan membantu pemulihan pasien dengan berinteraksi langsung dengan alam melalui jalur wisata taman yang dirancang secara khusus di bawah perhitungan keamanan


Penggunaan Air yang Efisien

Mengurangi Penggunaan Air di Dalam Bangunan
Sanitasi dan peralatan yang digunakan di rumah sakit telah dipilih dengan hati-hati untuk membantu mengurangi penggunaan air dalam bangunan hingga setidaknya 20% dibandingkan dengan bangunan umum. Upaya mengurangi penggunaan air di rumah sakit akan berkontribusi dalam mengurangi beban produksi air bersih dan pengelolaan limbah air dari instansi terkait
Mengurangi Penggunaan Air Bersih untuk Pendinginan Peralatan Medis
Untuk menghindari pemborosan penggunaan air bersih dalam proses pendinginan peralatan medis, rumah sakit menetapkan bahwa semua peralatan dan instrumen medis yang digunakan di rumah sakit harus menggunakan sistem pendinginan udara atau sistem tertutup berbasis air
Mengurangi Penggunaan Air pada Mesin atau Alat Bangunan
- Pemakaian pompa vakum dalam gedung adalah jenis yang tidak memanfaatkan air untuk pendinginan
- Sistem imaging medis (Medical Imaging System) di rumah sakit adalah sistem yang beroperasi sepenuhnya digital, yang memungkinkan penghapusan penggunaan air dalam proses pencucian film
Mengurangi Penggunaan Air untuk Menara Pendinginan (Cooling Towers)
- Pemasangan menara pendingin (Cooling Towers) dengan seleksi khusus untuk mengurangi kehilangan air akibat drift loss menjadi lebih rendah dari nilai yang ditentukan
- Mengurangi penggunaan air dalam sistem pendingin dan menargetkan siklus konsentrasi pada 5 melalui pemasangan flow meter dan perangkat yang dapat memantau, mengontrol dan menyesuaikan kondisi air dengan saksama termasuk pengaturan volume buangan dan penambahan air dengan tepat


Energi dan Atmosfer

Pengelolaan Refrigeran
Refrigeran yang mengandung CFC (Chlorofluorocarbon) berkontribusi dalam perusakan lapisan ozon dan menyebabkan pemanasan global. Rumah sakit memiliki kebijakan tegas yang menetapkan bahwa mesin, peralatan, dan alat lainnya tidak boleh menggunakan CFC
Penghematan Energi Maksimum
Gedung rumah sakit adalah salah satu yang memiliki konsumsi energi elektris tinggi. Rumah sakit menetapkan berbagai langkah untuk membantu mengurangi konsumsi energi secara keseluruhan dalam gedung
- Menggunakan motor berperforma tinggi pada peralatan pembangkit udara dingin untuk mengurangi konsumsi listrik dari sistem AC
- Memasang perangkat pengatur putaran motor untuk menyesuaikan proses kerja sesuai dengan beban peralatan
- Memasang sistem pemanas air tenaga matahari sebagai sistem utama penggunaan dalam bangunan
- Menggunakan lampu hemat energi (LED) di seluruh area rumah sakit
Pemanfaatan Energi Terbarukan dalam Bangunan
Rumah sakit telah memasang sistem pembangkit listrik tenaga surya di area yang tersedia, menghubungkan listrik yang dihasilkan dengan suplai utama bangunan untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan

Material dan Sumber Daya

Pengelolaan Limbah Daur Ulang
Untuk membantu mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke landfill dan insinerator, rumah sakit mempromosikan pemisahan sampah dengan menyediakan area khusus untuk memisahkan dan menyimpan setiap jenis limbah seperti dokumen yang akan dimusnahkan, kertas daur ulang, limbah plastik, baterai untuk pengolahan lebih lanjut atau dibuang dengan cara yang tepat
Pengurangan Sumber Senyawa Beracun yang Berakumulasi Lama (Persistent Bioaccumulative and Toxics : PBTs) – Merkuri, Timah, Kadmuim, Tembaga
Rumah sakit berkomitmen untuk mengurangi senyawa beracun yang berakumulasi lama (PBTs) dalam bahan-bahan yang digunakan dalam gedung dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
- Menerapkan kebijakan bebas merkuri dengan mengganti peralatan dengan jenis lain, seperti penggunaan termometer dan tensiometer digital yang menggantikan alat lama yang mengandung merkuri
- Menghapuskan penggunaan lampu merkuri dan menggantinya dengan lampu LED di seluruh gedung
- Kawat listrik di rumah sakit diperuntukkan menggunakan jenis yang mengandung timah tidak melebihi 300 ppm
- Cat dinding di dalam dan luar gedung diperuntukkan tanpa kandungan kadmium dan timbal
Pengelolaan Limbah Konstruksi
Rumah sakit dan unit konstruksi terkait melakukan langkah-langkah ketat dalam pengelolaan limbah konstruksi dengan memisahkan limbah yang dapat didaur ulang dari total limbah konstruksi, dan memastikan penanganan lebih lanjut untuk daur ulang
Pemilihan Material dan Produk yang Mendukung Keberlanjutan
Dengan tujuan mengurangi dampak lingkungan, rumah sakit menetapkan penggunaan material dan produk yang mengandung bahan daur ulang dalam jumlah tertentu atau produk yang disediakan /diproduksi di local untuk mengurangi transportasi material dari jauh


Kualitas Lingkungan dalam Gedung

Kualitas Udara dalam Gedung
Sistem AC dan ventilasi di rumah sakit didesain sesuai standar ASHRAE standard 170-2008 untuk memastikan pengguna dalam gedung mendapat kenyamanan dan kondisi udara yang sesuai
Pencegahan Asap Rokok
Rumah sakit menerapkan kebijakan pelarangan merokok 100% di dalam gedung untuk mencegah asap rokok mencemari pasien
Pengelolaan Kualitas Udara dalam Gedung Sebelum Penggunaan
Setelah konstruksi gedung selesai dan sebelum digunakan, rumah sakit melakukan perbaikan kualitas udara dalam gedung yang terkontaminasi dengan memasok udara dari luar ke gedung untuk mengurangi kontaminan dan mengeluarkannya dari gedung guna meningkatkan kualitas udara dalam dan mendukung kondisi lingkungan pengguna
Penggunaan Material dengan Emisi Volatile Low
Material yang digunakan dalam gedung diatur untuk mengurangi kontaminan udara yang menyebabkan iritasi dan bahaya bagi pengguna rumah sakit memperhatikan detail dalam memilih material yang berisiko emisi volatile rendah, seperti berbagai macam lem, sealant, cat interior, di mana bahan-bahan tersebut harus mengandung senyawa organik volatil (VOC) di bawah kriteria yang ditentukan
Volatile organic Compounds mengacu pada senyawa organik yang mudah menguap dan menjadi polutan udara (Toxic Air) yang kita temui sehari-hari dari produk seperti cat bangunan, asap rokok, lem, hasil pembakaran yang terkontaminasi dalam udara, air minum
Kemampuan Mengontrol Sistem Penerangan dan Sistem Pendingin Ruangan
Rumah sakit memasang perangkat agar pengaturan suhu dan penerangan dapat dilakukan lebih mudah. Pasien dapat dengan mudah mengatur suhu, membuka–menutup tirai, menghidupkan–mematikan lampu dari tempat tidur agar sesuai dengan preferensi pribadi, yang mendukung penghematan energi lebih lanjut

Potensi Penerangan Alami dan Pemandangan
Kamar pasien di rumah sakit didesain optimal agar pasien mendapatkan penerangan alami dan pemandangan yang lebih baik dengan memasang jendela yang melintasi lebar kamar, memberi kesan keterhubungan dengan area luar




